Harga di Petani Cuma Rp 35 Ribu, Dibalik Melambungnya Harga Cabai Diduga Kuat Ada Permainan
Namun ternyata kata dia, saat harga cabai melambung hingga lebih dari Rp 100ribu per Kilogram, justru di petani hanya Rp 30 ribu - Rp 35 ribu per Kg
Penulis: Doan E Pardede | Editor: Amalia Husnul A
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Tingginya harga cabai di beberapa daerah termasuk di Kabupaten Bulungan, ternyata mendapat perhatian khusus dari Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan.
Dan ternyata, sejumlah temuan cukup mengejutkan didapati di lapangan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan M Iqbal kepada Tribunkaltim.co, Senin (27/3/2017) menuturkan, kala harga cabai melambung beberapa waktu lalu, pihaknya langsung turun ke lokasi-lokasi yang menjadi sentra penanaman cabai, salah satunya di Desa Sajau Ilir.
Namun ternyata kata dia, saat harga cabai melambung hingga lebih dari Rp 100ribu per Kilogram, justru di petani hanya Rp 30 ribu - Rp 35 ribu per Kilogramnya.
Dan yang lebih mengejutkan kata dia, banyak cabai yang sudah siap panen tapi masih belum dipetik. Alasan petani, tidak ada tengkulak yang datang membeli cabai.
Baca: Kala Harga Cabai Tinggi, DP2KP Berharap Petani Tidak Gegabah, Ini Sarannya
Sementara untuk menjual langsung, petani mengaku tidak punya jaringan dan tidak punya alat transportasi untuk pengangkutan cabai.
"Saya tanya kok dibiarkan, biar saja busuk pak, katanya. Ya sudah saya saja yang petik silahkan pak," tutur Iqbal menirukan perbincangannya dengan seorang petani di Sajau Ilir, belum lama ini.
Melihat fakta-fakta tadi, dia menduga kuat ada permainan di balik melambungnya harga cabai.
"Kalau saya, malah senang harga cabai tinggi. Petani saya bisa merasakan. Tapi kenyataan tidak," ujarnya.
Solusinya, kata dia, di desa-desa yang ada harus berdiri koperasi atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dengan demikian, peran tengkulak yang selama ini 'mengunci' harga bisa sedikit demi sedikit dihilangkan.
"Jadi hasil-hasil panen itu bisa ditampung disana (koperasi atau BUMDes)," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pedagang-cabai-di-pasar-induk-bulungan_20170327_120816.jpg)