Pilgub DKI Jakarta
Gerindra Bantah Anies-Sandi Teken Kontrak Politik Jakarta Bersyariah
Andre menegaskan, tidak ada kontrak politik terkait syariah di Jakarta. Bahkan, spanduk terkait hal tersebut sudah dicopot.
TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA – Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade membantah isu soal pasangan nomor urut tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno menandatangani kontrak blue print Jakarta Bersyariah.
Adapun kontrak politik yang sudah ditepis Anies Baswedan tersebut, yang diteken pada 7 Februari 2017 itu tertulis, "Dengan memohon rahmat Allah dan syafaat Rasullulah Muhammad SAW, Saya Anies Baswedan dan Saya Sandiaga Uno menyatakan siap memimpin Jakarta dengan nilai-nilai syariat Islam dan mendengarkan nasihat para Musafir dan Ulama."
Andre menegaskan, tidak ada kontrak politik terkait syariah di Jakarta. Bahkan, spanduk terkait hal tersebut sudah dicopot.
"Anies kedepankan pancasila dan keberagaman beragama. Itu fitnah," kata Andre saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (8/4/2017).
Baca: Spanduk Jakarta Bersyariah Beredar, Apa Tanggapan Ahok?
Menurutnya, sekalipun bertemu dengan pimpinan Front Pembela Islam (FPI), baginya adalah hal biasa.
Andre mengaku, jagoannya tersebut juga bertemu dengan pemuka agama lainnya.
Sementara itu, pengamat politik senior Arbi Sanit memberikan saran agar tim sukses pasangan nomor tiga tidak cuma melakukan klarifikasi secara verbal.
Dirinya mengatakan untuk meyakinkan masyarakat bahwa kontak politik Jakarta bersyariah tidak dilakukan pasangan nomor tiga, harus ada langkah tegas.
"Bila benar Jakarta Bersyariah memfitnah pasangan nomor 3, adalah kepentingannya untuk mengadu kepada Bawaslu dan Polisi. Tak menyakinkan kebenaran anggapan sebagai kampanye hitam saja, karena hanya pernyataan verbal. Cara itu adalah ngeles, bukan bantahan serius, tidak setara dengan substansi Pemda Bersyariah sebagai bagian dari NKRI," kata Arbi Sanit. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/anies-sandi-2_20170408_122351.jpg)