Iran Vs Amerika Memanas
Warga AS Frustasi Harga BBM Melonjak Imbas Konflik Iran, Segini Harga Bensin Per Liter
Harga BBM di AS melonjak hingga Rp17 ribu per liter akibat konflik Iran. Warga frustrasi, popularitas Donald Trump pun terus menurun.
Ringkasan Berita:
- Ketegangan di Timur Tengah dan rencana blokade Selat Hormuz membuat harga minyak dunia melonjak dan harga BBM di AS tembus sekitar Rp17.000 per liter.
- Kondisi ini memicu frustrasi warga dan menyebabkan popularitas Presiden Donald Trump terus menurun di dalam negeri.
- Di sisi lain, kritik politik dan potensi perubahan kekuatan di Kongres membuka peluang dinamika besar, termasuk isu pemakzulan.
TRIBUNKALTIM.CO - Situasi geopolitik terbaru di Timur Tengah berdampak langsung pada ekonomi global, termasuk melonjaknya harga bahan bakar di Amerika Serikat.
Kebijakan Presiden AS Donald Trump terkait konflik dengan Iran memicu ketidakpuasan publik yang kini berimbas pada penurunan popularitasnya.
Ketegangan Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Minyak
Ketegangan meningkat setelah rencana blokade Selat Hormuz oleh Angkatan Laut AS mencuat.
Baca juga: Karier Wapres JD Vance di Ujung Tanduk: Dulu Tegas Tolak Perang, Kini Ditugasi Trump Jadi Juru Damai
Langkah ini diambil setelah negosiasi antara AS dan Iran selama 21 jam di Islamabad gagal mencapai kesepakatan.
Akibatnya, harga minyak dunia melonjak.
Minyak mentah Brent bahkan naik hingga 8 persen dan kembali menembus angka 100 dolar AS per barel, memicu kekhawatiran gangguan ekonomi global.
Harga BBM di AS Tembus Rp17.000 per Liter
Dampak paling terasa dirasakan warga AS melalui lonjakan harga bahan bakar.
Saat ini, seperti dilansir Tribunnews.com, harga bensin mencapai sekitar 4,125 dolar AS per galon.
Jika dikonversi:
- 1 galon = 3,785 liter
- Harga per liter ≈ Rp17.000 – Rp17.500
Angka ini telah naik lebih dari 40 persen sejak konflik dimulai dan berpotensi meningkat jika blokade benar-benar terjadi.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf bahkan menyindir warga AS.
Warga Amerika diminta untuk “menikmati” harga BBM saat ini karena ke depan mereka akan “merindukan” harga yang lebih murah.
Popularitas Trump Terus Menurun
Kenaikan harga BBM membuat warga AS frustrasi.
Sejumlah jajak pendapat menunjukkan perang terhadap Iran tidak populer dan berdampak langsung pada penurunan tingkat persetujuan terhadap Trump.
Situasi ini juga memicu kekhawatiran di kalangan Partai Republik terkait potensi kehilangan kendali Kongres dalam pemilu paruh waktu mendatang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260408_Donald-trump.jpg)