Kuliner
Rocket Chicken, Sajikan Ayam Goreng untuk Kelas Menengah ke Bawah
Rocket Chicken membuat mereka yang berada di ekonomi menengah ke bawah juga bisa menikmati beragam makanan khas restoran ayam cepat saji.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Bisnis kuliner masih menjadi mesin perputaran uang menjanjikan dibanding bisnis-bisnis yang lain.
Hal ini dibuktikan usaha waralaba Rocket Chicken.
Sejak awal pertama buka pada 2010, waralaba khas ayam goreng ini tak kurang sudah hasilkan 275 outlet di seluruh Indonesia.
"Awalnya dibuka pertama di Kota Semarang, Jawa Tengah. Pemiliknya, Nurul Atik, mantan karyawan cleaning service yang sukses membuka pasar kuliner Rocket Chicken di seluruh Indonesia," ujar M Shofiyudin, Area Manager Rocket Chicken Kaltim, saat ditemui di salah satu gerai Rocket Chicken, Jalan Pangeran Suryanata, Samarinda.
Pesatnya perkembangan outlet di beberapa daerah di Indonesia ini juga terjadi di area Kaltim.
Mulai masuk sejak 2016 lalu, hingga kini sudah ada kabupaten/kota yang menjadi pasar Rocket Chicken, yakni Balikpapan, Samarinda, dan Tana Grogot.
"Pertama kali buka di Kaltim sejak Februari 2016, yakni outlet kami yang ada di Jalan Pattimura, Samarinda. Setelah itu, terus berlanjut, mulai dari outlet kedua di Jalan Wahid Hasyim, Samarinda, di Balikpapan, Jalan Sepinggan, Jl Indrakilla, serta dr Sutomo . Terakhir, kami buka di Tana Grogot. Setahun usia Rocket di Kaltim, sudah ada 7 outlet yang beroperasi," katanya.
Segmentasi konsumen menengah ke bawah, menjadi target utama pemasaran.
Rocket Chicken membuat mereka yang berada di ekonomi menengah ke bawah juga bisa menikmati beragam makanan khas restoran ayam cepat saji.
"Untuk rasa, kami berani diadu. Rasa tak beda jauh. Begitu juga dengan fasilitas outlet yang dibuat senyaman mungkin. Mulai dari Wifi yang sudah tersedia, hingga penyajian makanan yang dibuat lengkap dengan segala tambahan lainnya," ucapnya.
Ditargetkan hingga akhir 2017 ada 12 outlet yang akan kembali dibuka. Hingga akhir tahun, minimal akan dibuka 5 cabang lagi.
Saat ini direncanakan dibuka di wilayah PPU serta Petung. Berkembang pesatnya menu kuliner juga tak dibantah M Shofiyudin, adanya keinginan konsumen yang menginginkan makanan secara praktis, tanpa harus menunggu lama.
Meski demikian, tetap saja, rasa menjadi faktor yang ditawarkan.Dimulai dari pemesanan, kosumen tak perlu menunggu lama, hingga makanan mereka bisa disajikan.
Baik itu pemesanan take away, atau makan di tempat. Tetapi, yang paling penting tetaplah rasa.
Rocket Chicken terus berimprovisasi soal rasa. Menu baru selalu ditawarkan. Jadi, meskipun bahan utama adalah ayam, penyajian disajikan beragam.
Mulai dari Ayam Reguler, Ayam Level Pedas, Chicken Stick, Steak Ayam Hot Plate,hingga Nasi Goreng. Keunggulan lain adanya adanya kualitas penyajian yang terus dikontrol.
"Ayam kami pesan langsung dari Banjarmasin, serta langsung diolah (dibumbu) di sana. Ini untuk menjaga orisinalitas bumbu. Begitu juga dengan bumbu nasi goreng yang juga langsung dikirim dari Jawa. Hal ini membuat rasa Rocket Chicken tak berubah-ubah," jelasnya.
Penyajian yang cepat, serta rasa tak kalah jauh dibandingkan dengan restoran ayam cepat saji lainnya juga diakui Dhevi Tri Setiawan, salah seorang pengunjung menjadi alasan ia menjadi konsumen rutin Rocket Chicken.
"Rasa ayamnya berbeda dari penjual ayam cepat saji yang ada di pinggir jalan. Justru malah lebih mirip dengan rasa ayam di restoran cepat saji. Selain itu, harganya murah. Hanya dengan Rp 15 ribu, saya sudah bisa mendapatkan makanan ayam plus nasi, dan juga minuman. Ayamnya pun sudah termasuk ukuran besar," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/menu-di-rocket-chicken_20170414_180214.jpg)