Selasa, 14 April 2026

Dukungan untuk Kinara Terus Mengalir, Butuh Pendampingan Medis dan Psikis

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Ginting juga mengatakan hal senada terkait kondisi Kinara.

KOMPAS.com/Mei Leandha
Kinara (4) dirawat intensif di RS Bhayangkara Medan. Kinara adalah balita empat tahun yang selamat dari pembunuhan sadis di rumahnya di Pasar I Gang Tengah, Lingkungan 11, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Sumatera Utara, Minggu (9/4/2017) dini hari. 

"Membunuh satu anak, sama dengan membunuh generasi bangsa. Hukum seberat-beratnya para pembantai," kata Ali.

Ketua PC PMII Medan Abdul Manan menduga, para pelaku terindikasi pengguna narkoba sehingga tega menghabisi keluarga Kinara. Ia pun meminta polisi menghukum seberat-beratnya para pelaku.

Wakil Gubernur Sumatera Utara Nurhajizah Marpaung juga meminta warga Sumatera Utara mendoakan kesembuhan dan kesehatan jiwa dan raga Kinara.

"Warga Sumatera Utara, doakanlah Kinara. Mudah-mudahan cepat pulih, panjang umur, dan bisa melanjutkan kehidupan dengan baik," kata Nurhajizah.

Dia berharap, polisi tidak ragu mengenakan pasal yang memberatkan sehingga hukuman yang dikenakan maksimal agar ada efek jera untuk pelaku dan masyarakat sehingga peristiwa ini tidak terjadi lagi.

"Jangan ragu memberi hukuman maksimal supaya ada efek jera, saya mohon Kapolda dan jajarannya agar peristiwa ini tidak terjadi lagi," ucapnya.

Seperti diberitakan, Kinara adalah anak bungsu Riyanto (40) dan Riyani (38) yang tewas dibantai terduga otak pelaku Andi Lala (35), warga Jalan Pembangunan II, Desa Skip, Kecamatan Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, yang masih kerabatnya pada Minggu (9/4/2017) lalu.

Pelaku juga menewaskan dua kakak dan nenek Kinara. Dari luka-luka yang di derita Kinara di sekujur tubuhnya, diduga pelaku juga ingin menghabisi nyawanya.

Kinara ditemukan kritis di bawah kolong tempat tidur. Dia dilarikan keluarga ke Rumah Sakit Mitra Medica Medan kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk dirawat intensif.

Kepala RS Bhayangkara Medan AKBP Nyoman Eddy Purna Wirawan mengatakan, untuk memulihkan kondisi psikologis pasca-trauma, pihaknya akan memberikan pendampingan secara intensif, baik secara medis maupun psikis.

Namun, setelah sempat dikabarkan kondisinya mulai stabil dan berangsur pulih, Kinara dirujuk ke RSUP Haji Adam Malik Medan untuk menjalani operasi pembuangan cairan di kepalanya. (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved