Ini Hal Mengejutkan yang Diperoleh Seorang Wartawan yang Masuk ke Korea Utara dengan Menyamar
Namun seorang wartawan, Mr Baidawi berhasil menembus pertahanan tersebut dan menyibak cerita dibalik kehidupan Korea Utara.
TRIBUNKALTIM.CO - Korea Utara memang telah lama dikenal sebagai wilayah yang paling misterius di dunia.
Sebuah negara komunis yang memiliki kebijakan dan pemerintahan yang otoriter.
Tak hanya itu negara yang dipimpin oleh Kim Jong Un ini juga susah untuk ditembus oleh orang luar.
Namun seorang wartawan, Mr Baidawi berhasil menembus pertahanan tersebut dan menyibak cerita dibalik kehidupan Korea Utara.
Dengan menyamar, wartawan ini juga memotret berbagai kehidupan Korea Utara.

Kunjungannya selama seminggu ini ditujukan untuk mencari tahu mengenai orang-orang yang hidup dibalik pintu Korea Utara.
Untuk mewujudkan keinginannya berkunjung ke Korea Utara, wartawan ini harus bekerja selama tiga tahun untuk mengumpulkan biaya.
"Saya bekerja selama tiga tahun untuk membuat cerita ini menjadi nyata," cerita Mr Baidawi kepada MailOnline, seperti dilansir dari laman dailymail.co.uk.
"Tidak terlalu sulit bagi kebanyakan orang untuk mengakses visa turis. Namun wartawan dan fotografer profesional dilarang," lanjutnya.

Mr Baidawi sengaja memesan perjalanan ke Korea Utara dari perusahaan wisata luar dan tak mengungkapkan profesinya.
Namun, sebagai turis, ia sama sekali tak memiliki waktu untuk jalan-jalan sendirian di Korea Utara.
"Kamu didampingi oleh dua tour guides setiap saat," ucap Mr Baidawi menerangkan.
Tak hanya itu wartawan ini juga menjelaskan kalau para tour guide ini telah dilatih untuk menerangkan dengan cara yang menakutkan namun tetap sopan.
Tempat tinggal yang ditempati adalah hotel yang khusus turis di wilayah Pyongyang, Ibukota Korea Utara.

Yah, dengan kata lain turis yang datang tak bisa berinteraksi dengan warga sekitar.
Tak hanya itu, untuk mengambil foto pun juga ada aturannya.
"Kami diberitahu dengan serius untuk tidak memotret tentara, hal-hal aneh atau ganjil, dan bangunan yang dalam masa konstruksi.
"Tolong, tolong hanya memotret hal-hal indah," ucap Mr Baidawi menirukan perkataan tour guide.

Setelah beberapa hari mengunjungi negara komunis ini, Mr Baidawi menyadari semua yang ada di negara ini adalah mesin propaganda.
"Warga di sini adalah korban dari masa lalu. Aku melihat gadis 8 tahun yang manis menagis sejadi-jadinya sambil menyanyikan sebuah lagu tentang para pemimpinnya.
"Mereka tidak memiliki akses untuk mendapatkan informasi yang memeberikan sudut pandang berbeda. Aku merasa, mereka begitu putus asa," ungkap Mr Baidawi. (TribunTravel.com/Apriani Alva)
Berikut beberapa foto yang berhasil diabadikan Mr Baidawi saat mengnjungi Korea Utara:


