May Day
Ini Penjelasan Kelompok Buruh yang Bakar Karangan Bunga Ahok-Djarot saat May Day
Idrus langsung naik ke mobil komando ketika pembakaran itu berlangsung.
Misalnya tentang Ahok yang memberikan rusun kepada warga terdampak penggusuran, subsidi daging bagi pemegang KJP, atau jaminan pendidikan hingga bangku kuliah.
Idrus merasa buruh belum mendapat perhatian seperti itu oleh Ahok.
"Padahal buruh itu kena pajak. Kami nih kena pajak. Kok ada orang susah datang dari daerah enggak ada kerja malah dikasih rusun," ujar Idrus.
"Bagaimana enggak sedih? Pekerja yang pajaknya dipotong masuk ke pemda tapi enggak diperhatikan, ini yang dituntut keadilan," lanjut Idrus.
Kekecewaan para buruh yang merasa tidak pernah diperhatikan Ahok pun memuncak pada May Day lalu. Aksi bakar karangan bunga pun terjadi.
"Jadi kemarahan anak-anak ini memang sudah memuncak," ujar Idrus.
Baca: Dua Kiriman Karangan Bunga Respon Aksi Hari Buruh Kemarin, Begini Tulisannya
Namun, dia merasa masalah pembakaran itu sudah selesai. Sebab, dia sudah meminta maaf kepada Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Suyudi Ario Seto dan Kasatpol PP Jupan Royter.
Sampah-sampah sisa pembakaran pun sudah dibersihkan hari itu juga. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/idrus-sekjen-fsp-lem-spsi_20170503_110139.jpg)