Pemkot Siakan Tiga Opsi untuk Korban Longsor Selili
Nantinya bisa dicicil selama 20 tahun, dengan uang muka 1 persen dan cicilan sekitar Rp 500 ribu per bulan.
Penulis: Rafan Dwinanto |
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemkot Samarinda menyiapkan dua opsi permanen dan satu opsi temporer, untuk memindahkan korban longsor di Selili, Samarinda Ilir.
Opsi pertama, Pemkot akan mengajukan dana relokasi yang bersumber dari dana siaga bencana milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Opsi pertama ini sesuai dengan permintaan masyarakat (korban longsor)," kata Wakil Walikota Samarinda, Nusyirwan Ismail.
Pengajuan dana ke BNPB ini akan dikawal oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda. "Ya karena ini masuk dalam ketegori bencana," ujar Nusyirwan.
Modelnya, kata Nusyirwan, Pemkot akan menyiapkan lahan seluas 24 hektare di Makroman.
Sementara, biaya pembangunan unit rumah dikucurkan bertahap oleh BNPB.
"Nanti modelnya hibah rumah dan lahan kepada korban," katanya lagi.
Sedangkan opsi kedua, menurut Nusyirwan, yakni memfasilitasi masyarakat Selili, agar bisa mengakses rumah murah. Lokasinya bisa tetap di Makroman.
"Tapi, ada juga rumah murah tipe 36 di Bengkuring. Ini sebagai opsi kedua, jika opsi pertama tidak disetujui Pusat," kata Nusyirwan.
Rumah murah yang dimaksud Nusyirwan, bisa dicicil selama 20 tahun, dengan uang muka 1 persen dan cicilan sekitar Rp 500 ribu per bulan.
Sementara, opsi ketiga yakni meminjamkan rumah Korpri di Sambutan kepada warga yang rumahnya sudah terkena longsor.
Namun, menurut Nusyirwan, Pemkot masih mendalami opsi ketiga yang bersifat peminjaman sementara ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/longsor-selili_20170426_180517.jpg)