Mudik Lebaran
Pelabuhan Semayang Mirip Bandara, Mudik Lebaran Ini Pelni Jamin Harga Tiket Tetap
Ditargetkan, perbaikan bangunan terminal dua lantai tersebut bisa selesai akhir Juni, sehingga bisa digunakan saat puncak arus mudik nanti.
Penulis: tribunkaltim |
Mengantisipasi lonjakan penumpang kapal laut dari dan menuju Surabaya yang tiap tahunnya terus meningkat, Pelni menyiapkan kapal tambahan yakni KM Tidar dengan kapasitas 3.300 penumpang.
KM Tidar akan menemani KM Labobar kapasitas 4.593 penumpang yang sebelumnya sudah beroperasi.
Jadwal keberangkatan kapal Pelni mulai 17-29 Juni tercantum lima keberangkatan pulang-pergi dari Balikpapan ke Surabaya, disusul empat rute menuju Pare-pare-Makassar dan Bau-bau termasuk rute lanjutan menuju Loweleba, Kupang, dan Maumere, Papua.
Tarif kapal laut PT Pelni tahun ini tidak berubah sejak 1 Mei 2016. Dari daftar tarif penumpang yang dikeluarkan Pelni, rute Balikpapan-Surabaya kategori dewasa Rp 413.500, Balikpapan tujuan Pare-Pare Rp 186.500, rute Makassar Rp 202.500, sedangkan rute terjauh dari Balikpapan ke Jayapura Rp 735.500 untuk dewasa.
"Tarif Pelni tidak ada kenaikan, karena disubsidi pemerintah," katanya.
Penumpang Menurun
Berbeda dengan penumpang kapal yang cenderung meningkat setiap tahunnya, penumpang bus Balikpapan-Samarinda atau sebaliknya disebut beberapa sopir bus mengalami penurunan tiap tahun.
"Dibandingkan tiap tahun, jumlah penumpang mudik terus menurun. Hari ini saja, meski berangkat dari terminal, jumlah penumpang tidak sampai 10 orang," ujar Ari, sopir bus Bone Indah Jaya.
Belajar dari tahun lalu, Ari mengungkapkan, meski mendekati hari raya Lebaran, jumlah penumpang juga tak meningkat signifikan.
"Di H-3 sampai H-1, jumlah penumpang memang sedikit naik. Tetapi itupun tak banyak. Saat ini, jumlah bus tak sebanding dengan jumlah penumpang ," ujarnya.
Hal sama juga diakui Zainuddin, sopir bus lainnya.
"Faktor penumpang saat ini mulai memilih angkutan darat lain. Kan sudah banyak, seperti taksi gelap, ataupun angkutan lain yang resmi, tetapi harga yang sedikit lebih mahal daripada bus," katanya.
Hal inipun diakui beberapa penumpang, menyebut, bus saat ini bukan lagi menjadi satu-satunya pilihan transportasi darat.
"Kalau untuk tujuan dekat, Samarinda-Balikpapan, saat ini sudah banyak pilihan transportasi. Belum lagi bagi kalangan mahasiswa, yang lebih suka menggunakan sepeda motor jika mudik bersama rekan-rekannya. Bus hanya digunakan ketika sudah tak ada pilihan lain. Biasanya, juga saat menuju terminal, sudah ada yang menawarkan naik taksi gelap. Biayanya tak jauh beda, Rp 50 ribu untuk tujuan Samarinda-Balikpapan. Itupun sudah diantar sampai depan rumah," ujar Jerna, seorang mahasiswa.
Sumardi, petugas Dishub Terminal Sungai Kunjang Samarinda, menjelaskan tiap harinya, ada sekitar 30 angkutan beroperasi di Terminal Sungai Kunjang Samarinda.
"Kurang lebih 30-an angkutan. Itu untuk beberapa jurusan, seperti Samarinda-Balikpapan, Samarinda-Kota Bangun, atau Samarinda-Handil," katanya.
Untuk permasalahan tarif, belum banyak berubah dari tahun sebelumnya, yakni mulai Rp 30 ribu jurusan Samarinda-Balikpapan, hingga tarif termahal, Rp 110 ribu, untuk Samarinda-Melak. (*)
__._,_.___
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/terminal-pelabuhan-semayang_20170601_095515.jpg)