Minggu, 19 April 2026

Lebaran Idul Fitri 2017

Sudah 17.000 Orang Pemudik Berangkat dari Bandara SAMS. Hari H Diprediksi Masih Ramai

Semakin mendekati hari H Lebaran, intensitas penerbangan mulai marak, banyak orang yang mudik meninggalkan Kaltim. Ruang chek in dipadati pemudik

Ribuan orang memadati ruang check in Bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur,Jumat (23/6/2017). Sebagian besar adalah para pemudik yang selama ini kerja atau merantau di Kaltim. 

Laporan wartawan Tribunkaltim.co, Budi Susilo dan Nalendro Priambodo

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sudah menjadi tradisi, setiap tahun menjelang Hari Raya Idul Fitri, masyarakat, khususnya umat Islam mudik atau pulang ke kampung halaman. Ini pula yang terjadi di Kalimantan Timur (Kaltim). Suasana arus mudik begitu terasa di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SMAS) Sepinggan, Pelabuhan Semayang maupun beberapa terminal bus.

Jumlah penumpang yang menggunakan pesawat terbang di Bandara SAMS meningkat dibanding hari-hari biasanya. Data Humas PT Angkasa Pura (Persero) Bandara SAMS Balikpapan, hingga Kamis (22/6) kemarin, pemudik melalui Bandara SAMS telah mencapai angka 17 ribu orang.

Semakin mendekati hari H Lebaran, intensitas penerbangan mulai marak, banyak orang yang mudik meninggalkan Kaltim. Pantuan Tribun, Jumat pagi hingga sore, ratusan penumpang antre di ruang check in maskapai penerbangan.

Satu di antara penumpang yang akan mudik, Ahmad Suhedi, warga Karang Anyar, Balikpapan Barat. Dia berencana mudik ke Bandung, Jawa Barat. Suhedi terbang menggunakan pesawat terbang kelas ekonomi tujuan Jakarta terlebih dahulu.

Dia sudah sejak lama, sekitar tiga minggu yang lalu memesan tiket penerbangan. Beruntung, strategi Suhedi memang jitu. Berburu tiket hemat bisa didapatnya. Suhedi tidak perlu merogoh kocek dalam saat mau membeli tiket pesawat.

"Saya sudah pesan lama tiketnya. Sebulan yang lalu. Saya dapat harga sekitar Rp 600 ribuan ke Jakarta. Sekarang mungkin bisa sampai harga Rp 900 ribuan," ungkap karyawan perusahaan migas ini.

Menurut dia, pulang kampung kesempatan untuk berjumpa dengan keluarga setelah lama meninggalkan demi pekerjaan di tanah rantau. Sesekali dalam setahun menyempatkan waktu bersilaturahmi dengan sanak famili di kampung halaman memberikan rasa kebahagiaan.

"Sudah niat mau mudik. Pesan tiketnya jauh-jauh hari. Di daerah rantau tidak ada saudara. Kalau mudik enak bisa kumpul sama saudara dan orangtua," kata pria berkulit sawo matang ini.

Di tempat terpisah, Rio Hendarto, Humas PT Angkasa Pura Persero I Bandara SAMS menjelaskan, sampai hari Lebaran nanti diprediksi penumpang masih akan terus bertambah. "Ada orang yang habis shalat Idul Fitri baru terbang ke kampung halaman," ujarnya.

Dikemukakan, penerbangan yang masih ramai kemungkinan besar ada tiga daerah tujuan yakni Jakarta, Makassar, dan Surabaya. Melihat kondisi ini, bandara tidak menambah jam operasional, namun jumlah penerbangan tiap-tiap maskapai ada penambahan.

"Buka jam operasional bandara masih sama. Hanya sampai jam 11 malam saja. Tidak ada penambahan sampai dini hari. Tapi pesawat yang extra flight ada," ungkap Rio.

Posko Mudik
Dalam catatan tiga hari lalu, penumpang telah mencapai sekitar 13 ribu orang. Lalu menginjak di hari Kamis (22/6), penumpang yang meninggalkan Bandara SAMS menyentuh angka 17 ribu orang.

Sebagai upaya meningkatkan kenyamanan dan keamanan, pihak bandara menyediakan Posko Mudik Lebaran di dua titik yakni area keberangkatan dan kedatangan penumpang. Fungsi posko untuk koordinasi dan komunikasi terkait arus mudik dan arus balik musim libur Lebaran.

Menurut Rio, Posko Mudik ini akan membantu para penumpang pesawat yang akan melakukan perjalanan ke tempat tujuan. Posko nanti akan memberikan informasi yang terkait hal mudik. "Kami tempatkan aparat-aparat dari kepolisian dan tentara nasional Indonesia," ujarnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved