Progres Pengerjaan Jembatan Kembar Belum Sampai 50 Persen, Pansus Kecewa tak Didampingi Pejabat PU
Pylon untuk bentang tengah sekitar 48 persen. Kemudian jalan menuju pendekat aras Samarinda Seberang sekitar 27 persen
Laporan Wartawan Tribun Kaltim Budhi Hartono
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Tim Panitia Khusus Laporan Keterangan dan Pertanggungjawaban penggunaan keuangan Pemprov Kaltim tahun anggaran 2016, kecewa dengan progres dan penjabat Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kaltim, yang tidak mendampingi tim pansus.
Ini dikemukakan anggota Pansus LKPj Tahun Anggaran 2016, Syafruddin, disela-sela meninjau lokasi Jembatan Kembar, di Samarinda.
Kepada Tribun, Syafruddin mengatakan, hasil penjelasan progres pembangunan Jembatan Kembar belum ada yang sampai 50 persen.
"Progres jalan pendekat ke arah kota, baru sekitar 31 persen.
Pylon untuk bentang tengah sekitar 48 persen. Kemudian jalan menuju pendekat aras Samarinda Seberang sekitar 27 persen," ungkap Ketua Fraksi PKB DPRD Kaltim, kepada Tribun, di lokasi proyek di areal bangunan pylon bentang tengah, dibawah Jembatan Mahakam, Samarinda, Rabu (5/7/2017).
Beberapa alasan progres pembangunan jembatan tersebut terkendala, antara lain untuk progres jlan pendekat di Samarinda Seberang, adanya aset milik TNI Kompi 611.
Baca: Pansus Segera Tinjau Jembatan Kembar, Dinas PU Kaltim Bentuk Tim Pendampingan
Baca: Proyek Jembatan Kembar Mulai Dikerjakan Lagi
Aset tersebut antara lain, kata Syafruddin, rumah perwira dan pos penjagaan. "Jadi mereka hanya bisa bekerja di luar pagar. Progres pembangunan belum ada yang sampai 50 persen pengerjaan," ujarnya.
Ia mengatakan, penjelasan itu disampaikan Nyoman Suardika yang menjabat Panitia Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Jalan Pendekat Sisi Samarinda Seberang kepada Tim Pansus LKPj DPRD Kaltim.
Kecewa Tidak Didampingi Pejabat PU Kaltim, Syafruddin Minta Gubernur Evalusi Posisi Kadis dan Kabid
Anggota Tim Panitia Khusus Laporan Keterangan dan Pertanggungjawaban (Pansus LKPj) penggunaan anggaran APBD tahun anggaran 2016, Syafruddin meminta Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak mengevaluasi penjbat di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumhan Rakyat (PUPR).
Pasalnya, saat Tim Pansus LKPj meninjau lokasi proyek pembangunan Jembatn Kembar, tidak didampingi Kepala Dinas mupun Kepala Bidang Bina Marga.
Syafruddin mengaku kecewa dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Kaltim, yang tidak mendampingi tim pansus meninjau proyek tersebut. Alasannya, ia ingin meminta penjelasan terkait progres tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/sidak-jembatan-kembar_20170705_134429.jpg)