Berita Eksklusif
Duh, Warga Terpaksa Ambil Antrean sejak Subuh, Pelayanan Paspor Dibatasi 75 Orang per Hari
Dimulai daftar, penyerahan berkas persayaratan sampai menunggu proses pengambilan paspor tidak kena pungutan tambahan.
Penulis: Budi Susilo | Editor: Amalia Husnul A
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Menjelang siang, dari lantai 2 Kantor Imigrasi Balikpapan tampak seorang pria berkacamata keluar sambil menggendong tas.
Dia adalah Adamas Ryzard (18). Siang itu dia tengah mengurus perpanjangan paspor.
"Saya mau pulang ke rumah dahulu. Paspor belum jadi.
Sudah saya titipkan sama ibu saya yang mengurus," ujarnya kepada Tribun di pelataran Kantor Imigrasi Balikpapan, Jalan Mulawarman, Batakan, Senin (17/7/2017).
Adamas setelah pulang dari sekolah langsung meluncur mampir ke Kantor Imigrasi namun paspor belum juga rampung.
Saat ditemui, Adamas masih berseragam sekolah. Datang ke Kantor Imigrasi ingin melihat perkembangan proses perpanjangan paspor yang sudah tiga tahun lalu dimiliki
Adamas mengaku tidak punya waktu banyak untuk mengurus paspor, karena itulah dia dibantu sang ibu.
Baca: Mau Urus Paspor? Ini Lho Alamat Kantor Baru Imigrasi Balikpapan
Baca: Perpanjang Paspor Cukup Hanya dengan KTP dan Paspor Lama
"Ibu saya yang mengurus. Saya terima jadi saja. Tidak ada waktu mengurus," tuturnya.
Menurut pengakuan ibunya, mengurus perpanjangan paspor sebenarnya tidak berbelit sampai harus terjebak pada pungutan liar.
Semua tarif sudah sesuai aturan yang tercantum secara resmi.
"Dimulai daftar, penyerahan berkas persayaratan sampai menunggu proses pengambilan paspor tidak kena pungutan tambahan.
Yang dibayar sudah sesuai harga yang resmi tercantum," kata pelajar SMK Negeri 6 Balikpapan ini.
Namun dari semua itu, ada yang kurang memuaskan menurut Adamas.
Proses pembuatan yang membutuhkan waktu lama hingga berhari-hari. Misal, hari pertama mesti mencari nomor antrean, lalu hari keduanya datang lagi memasukkan berkas sampai menunggu selesai.
"Ini saja ibu saya datang dari pagi sekali sampai siang, paspornya belum selesai. Sampai tengah hari belum selesai. Bosen menunggu saya tinggal saja, saya serahkan semuanya pada ibu," ungkapnya.
Dia berharap, pembuatan maupun perpanjangan paspor bisa kelar dalam satu hari , tidak perlu sampai menghabiskan berhari-hari.
"Saya punya paspor buat pergi wisata ke luar negeri. Biasanya saya buat pergi ke Malaysia dan Singapura. Jalan-jalan saja di sana," tutur Adamas.
Senada, Ahmad Afriadi (37), seorang pegawai negeri sipil mengaku kecewa dengan lamanya proses pembuatan pasor.
Bagi Afriadi, membuat paspor adalah pertama kalinya dengan tujuan untuk pergi berdinas belajar ke luar negeri.
Dia mengaku, dua hari lalu pergi ke Kantor Imigrasi sesuai jam operasional. Namun sudah kehabisan nomor antrean.
Baca: Warna Sampul Paspor Berbeda Tiap Negara, Ternyata Ada Artinya Lho. . .
Baca: Inilah Kelompok Pemohon yang Harus Siapkan Tabungan Rp 25 Juta untuk Urus Paspor
Lalu esoknya pergi lagi, usai subuh dan akhirnya berhasil mendapat nomor antrean.
Sayangnya, tidak bisa hari itu langsung masuk mengurus pemberkasan.
"Bagusnya tidak ada pungutan-pungutan liar. Tapi tidak enaknya lama, saya harus bolak-balik Kantor Imigrasi yang lokasinya jauh dari tempat tinggal saya di daerah Klandasan," ungkapnya.
Pengamatan Tribun, di ruang pembuatan paspor hampir ada puluhan orang menanti.
Ruangan mencukupi dilengkapi bangku panjang besi. Ruangan tunggu sejuk karena dilengkapi AC.
Di bagian dinding depan ruang tunggu, terpajang dua layar kaca yang tidak menampilkan acara siaran televisi tetapi suguhan informasi nomor antrean.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ibu-dan-anak-mengurus-paspor_20170718_101029.jpg)