Korupsi

Diduga Dana Dikorupsi, Perusda Bontang Cuma Buat 1 Bengkel Mobil

Perusda AUJ justru hanya mendirikan satu bengkel dengan peralatan minim di Jalan S Parman, Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat.

Diduga Dana Dikorupsi, Perusda Bontang Cuma Buat 1 Bengkel Mobil
TRIBUN KALTIM
Bengkel mobil milik Perusda AUJ Bontang Transport di KM 6 Bontang Barat. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Kasus korupsi dana penyertaan modal perusahaan daerah (Perusda) Aneka Usaha dan Jasa (AUJ) Kota Bontang, menguak fakta baru. Rencana pembangunan dua unit bengkel dan cuci mobil modern oleh anak perusahaan, PT Bontang Transport hanya dapat terealisasi satu unit saja dari 2 unit yang direncanakan.

Ketua Badan Pengawas Perusda AUJ Bontang, Sony Suwito membenarkan adanya indikasi penyelewengan dana penyertaan modal. Menurutnya, konsep bisnis yang diterapkan oleh perusahaan tak sesuai dengan Bussiness Plan (rencana bisnis) perusahaan.

"Kajian yang diberikan oleh Universitas Airlangga (Unair) tidak dijalankan oleh management perusahaan. Mereka malah membuat kajian baru, padahal kajian itu sudah menyerap anggaran untuk konsultasi," kata Sony kepada wartawan saat ditemui di kantor Walikota Bontang, Rabu (26/7).

Soni menjelaskan, dalam rencana bisnis Perusda AUJ penyertaan modal ke anak perusahaan bervariatif. Khusus untuk PT Bontang Transport, dikucurkan anggaran sebesar Rp 1 miliar. Rencananya anggaran tersebut untuk pendirian bengkel modern di Bontang dan Samarinda. Hanya saja, praktik dilapangan tak sesuai dengan perencanaan.

Perusda AUJ justru hanya mendirikan satu unit bengkel dengan peralatan minim di jalan S Parman, Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat. Sedangkan, satu unit lainya di Samarinda gagal.

"Saya marah-marahin itu mantan Direktur Perusda AUJ, Dandi Priyo Anggono. Kok bisa sudah habiskan anggaran untuk MoU dengan pihak swasta di Samarinda, ternyata diperjalanan dibatalkan sepihak oleh dia," tandasnya.

Lebih lanjut, nilai pendirian bengkel untuk satu unit bengkel modern ditaksir Rp 500 juta. Artinya, dua bengkel menyerap Rp 1 miliar, namun diperjalanan anggaran telah terserap tetapi hanya satu unit bengkel saja yang dibangun. Itupun di lokasi di pinggir kota.

Seperti diketahui, penyertaan modal Pemkot Bontang ke Perusda AUJ tahun anggaran 2014 lalu sebesar Rp 16 milliar lebih. Rencananya anggaran tersebut untuk peningkatan pendapatan asli daerah, yang dihasilkan dari unit bisnis Perusda. Namun, belum genap satu tahun. Alokasi anggaran tersebut habis.

Sedangkan, kucuran modal untuk lima unit usaha Perusda AUJ tak sesuai perencanaan. Misalnya, anggaran untuk pengadaan LED Megatron. Nilai anggaran untuk pengadaan satu unit LED sebesar Rp 1,9 milliar lebih. "Saya tidak percaya, soalnya hasil kajian UNAIR itu untuk LED dua sisi (depan-belakang) nilainya hanya Rp 400 juta. Nah, ini hanya pengadaan satu unit saja bisa sampai Rp 1 milliar lebih," katanya. (*)

document.addEventListener("DOMContentLoaded", function(event){ var cekclassread = document.getElementsByClassName("txt-article")[0]; if(cekclassread != undefined){ var content = document.getElementsByClassName("txt-article")[0].innerText; var gpt_safe = content.match(/\b(ak47|al jazeera|al qaeda|allah|Assad|bahan kimia|bencana|boikot|corona|covid-19|fatal|ganti rugi|gejala|gugur|hoax|hukuman|jokowi|kecelakaan|kejadian|keras|komplain|Kondom|kontroversi|korban|kriminal|palsu|pembunuhan|pemerkosaan|penyakit|peristiwa|pidana|polisi|porno|prabowo|racun|rasis|rasisme|seks|tersangka|viral|virus)\b/i); if(gpt_safe){ safe = 'no'; } else{ safe = 'yes'; } var keyword1 = content.match(/\b(virus|corona|pneumonia|paru-paru|karantina|demam|wabah|sesak napas|Wuhan|sesak dada|rs darurat|epidemic|pandemic|status darurat|SARS|corona virus|jangkit|covid|batuk|covid-19|MERS|penyebaran|penularan|patogen|CoV|Viruses|Korona|nCOV|isolasi diri|masker|terinfeksi|infeksi|mati|kematian|positif corona|lockdown|orang dalam pemantauan (ODP)|pasien dalam pengawasan (PDP)|suspect|sakit tenggorokan)\b/i); if (keyword1) { keyword_targetting1 = 'yes';} else { keyword_targetting1 = 'no';} }else{ safe = 'yes'; keyword_targetting1 = 'no'; } console.log('safe_branding =' + safe); googletag.pubads().setTargeting('safe_branding', safe); console.log('keyword_targetting1 =' + keyword_targetting1); googletag.pubads().setTargeting('keyword_targetting1', keyword_targetting1); });
Penulis: Udin Dohang
Editor: M Abduh Kuddu
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved