Pantai Kayu Angin Ramai Dikunjungi Warga saat Musim Durian
Coba saja lihat ketika musim durian, Sebatik penuh manusia. Kan nikmat sekali setelah berburu durian kita santai di pantai ini
TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Saat libur, Pantai Kayu Angin di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik menjadi tempat 'serbuan' warga.
Tak hanya warga di Pulau Sebatik, warga dari Pulau Nunukan juga banyak yang menghabiskan masa liburan di pantai yang berhadapan dengan Negara Bagian Sabah, Malaysia ini.
Sayangnya, objek wisata dimaksud belum terkelola dengan baik. Sampah-sampah terlihat hampir di sepanjang pantai.
Bukan hanya sampah-sampah di sepanjang pantai, akses jalan menuju pantai juga masih belum memadai.
"Sayang loh tempat sebagus ini nggak dikelola. Minimal jalannya lah yang dibaiki. Biar masyarakat lebih tertarik," kata Leo, wisatawan lokal asal Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan.
Leo mengatakan, warga termasuk dari Pulau Nunukan kerap membanjiri Pantai Kayu Angin. Seperti saat musim durian kini, banyak warga yang berburu durian sambil menikmati keindahan Pantai Kayu Angin.
"Coba saja lihat ketika musim durian, Sebatik penuh manusia. Kan nikmat sekali kalau setelah berburu durian kita santai di pantai ini," katanya.
Dia menceritakan kondisi jalan menuju Pantai Kayu Angin yang berupa genangan lumpur saat musim hujan seperti saat ini.
"Untungnya masyarakat sekitar tetap sabar dan bergotong royong memperbaiki jalanan untuk memudahkan wisatawan tanpa menarik bayaran," ujarnya.
Belum lagi kondisi pantai yang kotor karena sampah plastik maupun sampah kayu.
Sehingga, kata dia, selain jalan, kebersihan pantai juga harus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Nunukan jika ingin mengembangkan tempat wisata ini.
Tentunya, masyarakat juga harus disadarkan untuk ikut menjaga kebersihan. Jika pantai telah terlihat bersih dan ditata rapi, pastinya wisatawan akan betah berlama-lama di sana.
"Kalau pemerintah mengelola ini, kami sebagai masyarakat juga bakal sering membawa keluarga kami dari Sulawesi.
Kalau mereka silaturahmi ke Nunukan, pasti akan kami arahkan ke sini. Tinggal bersihnya saja ini tempat," ujarnya.
Rani, warga lainnya menyayangkan karena minimnya sentuhan Pemerintah Kabupaten Nunukan terhadap Pantai Kayu Angin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pantai_20170712_083832.jpg)