Senin, 20 April 2026

Ratusan Permen Tengkorak Diamankan di Sangatta, Pedagang Dilarang Menjual

Isu permen tengkorak asal China yang diduga menyebabkan murid-murid SDN di Sangatta keracunan membuat sebagian keluarga menjadi khawatir.

Editor: Sumarsono
IST
PERMEN TENGKORAK - Pelajar yang sempat dibawa ke Puskesmas Sangatta Utara dan permen tengkorak yang dikonsumsi 

TRIBUNKALTIM.CO - SANGATTA - Isu permen tengkorak asal China yang diduga menyebabkan murid-murid SDN di Sangatta keracunan membuat sebagian keluarga menjadi khawatir.

Tidak hanya dikaitkan dengan dugaan permen sudah kedaluwarsa, tapi juga dikaitkan dengan dugaan adanya kandungan zat berbahaya pada permen seharga Rp 1.000 per bungkus itu.

Menyikapi hal tersebut, Polres bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Kesehatan Kutai Timur mendatangi beberapa toko dan satu agen yang menjual permen yang bentuknya menyerupai tengkorak manusia dengan batang berupa kerangka tubuh manusia pula.

Baca: Pelajar Keracunan Setelah Konsumsi Permen Tengkorak asal Cina

Satu agen produk makanan dan minuman kemasan di kawasan Km 5, Jl Poros Sangatta Bontang ditemukan menjual permen yang lagi hits tersebut. Tim gabungan menemukan 28 pack masing-masing berisi 20 bungkus permen tengkorak atau ratusan biji permen.

Setelah dibicarakan baik-baik, agen pun setuju membungkus dan tidak mengedarkan permen tersebut untuk sementara waktu.

Langkah pencegahan yang dilakukan, setelah menemukan, dan mengamankan produk permen tersebut.

"Kami kemas dalam kardus kemudian disegel. Kami meminta agar agen tidak mendistribusikan dulu permen tersebut, sampai ada hasil uji dari BPOM di Samarinda terkait kandungan permen tersebut," ujar Kapolres Kutim AKBP Rino Eko didampingi Kasatreskrim AKP Andika Dharma Sena, Kamis (10/8).

Baca: Permen Narkoba Beredar, Disdik Balikpapan Minta Seluruh Kepala Sekolah Waspada

Kalau memang mengandung zat berbahaya atau mengandung narkoba, lanjut Rino, baru dilakukan tindakan penarikan atau larang edar pada produk permen tersebut. Untuk pihak yang bertanggung jawab terhadap masuknya produk tersebut tentu ada sanksinya pula.

"Saat ini kita masih praduga tak bersalah. Karena, dari 12 permen yang dibawa pelajar SD berinisial D, hanya tujuh yang mengeluh sakit. Sedangkan yang lima orang tidak. Selain itu, di rumah D, hampir semua makan permen tersebut. Adiknya pun ikut makan. Tidak pernah terjadi keluhan kata mereka," kata Rino.

Untuk menghindari permasalahan kesehatan terhadap anak-anak di sekolah, menurut Rino, orangtua diimbau sebaiknya lebih memperhatikan jajanan anak. Kalau perlu selalu membekali anak dengan makanan rumahan yang dibuat sendiri dan diketahui kebersihannya. Untuk sekolah, juga harus memantau makanan dan minuman yang dijual di kantin sekolah.

Baca: Klarifikasi Produsen Permen Tengkorak: Produk Kami Ada Izin BPOM dan Izin Edar

Senada, Kasi Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Kutim Achmad Dony Erviady mengatakan selain meminta agen tidak lagi memasarkan produk permen tengkorak, ia juga meminta agen menghubungi pedagang-pedagang lain yang sudah telanjur mengambil produk tersebut untuk tidak mengedarkannya dulu.

Informasi yang diperoleh dari agen, produk permen tersebut merupakan produk baru. Karena baru sekitar satu bulan masuk ke Sangatta, melalui agen di kawasan pelabuhan di Samarinda. Dalam sebulan ini, agen sudah melempar 16 pack atau 320 bungkus ke pasaran.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved