Minggu, 19 April 2026

Putri Bupati Dilamar Pria Mesir, Prosesi Lamarannya Beda Banget

Prosesi lamaran atau dalam adat Bugis dikenal dengan istilah Mappetuada berlangsung pekan lalu.

HANDOVER

Indah menyebutkan, utusan dari Indonesia hanya dua orang yakni satu putra yang berasal dari Jawa Barat dan dirinya putri dari Sulsel.

“Di sana ada 5 ribu peserta yang hadir dari 93 negara dengan biaya yang ditanggung langsung oleh sponsor, artinya saya kesana tanpa keluar biaya sedikit pun," beber Indah, sapaan akrabnya.

Indah menjelaskan, meski ini bukan pertama kalinya dirinya mengikuti jambore, dunia namun selalu ada pengalaman yang tak terlupakan.

"Selama disana kita banyak dilatih kemahiran dan keterampilan di alam terbuka dan bertukar ide serta pemikiran dan budaya dari berbagai negara yang hadir. Dan kebetulan kita dibagi per kelompok yang disebar ke seluruh penjuru Islandia dan saya ditunjuk sebagai ketua regu yang anggotanya semua laki-laki," paparnya.

Baca: Benarkah Stagen Efektif Bikin Perut Langsing setelah Melahirkan?

Dalam satu regu tersebut terdiri dari berbagai negara seperti El Salvador, Arab Saudi dan Turki.

"Dan saya tetap mempertahankan identitas Islam saya yaitu tetap memakai jilbab diantara peserta," ujarnya.

Indah yang juga putri pertama Bupati Maros HM Hatta Rahman mengaku telah puluhan kali mengikuti jambore dunia tepatnya sejak tahun 2006 lalu.

Hampir semua benua telah disambanginya kecuali benua Afrika. Dalam setiap kesempatan mengunjungi negara lain, Indah juga selalu menunjukkan jati dirinya sebagai putri Bugis-Makassar dengan memakai khas Sulsel seperti kain sutera atau budaya Sulsel lainnya.

Indah mengaku, meski dirinya perempuan namun orang tuanya yang notabene adalah orang nomor satu di Maros sangat mendukung kegiatannya.

"Alhamdulillah saya punya orang tua yang betul-betul mensupport saya apapun yang saya lakukan sepanjang itu baik. Meski saya perempuan namun itu bukan penghalang sampai sudah mengeksplore dirinya," ujar gadis kelahiran 24 Mei 1992 ini.

Selain itu, Indah mengaku hampir semua perjalanannya sebagai utusan ke berbagai negara tidak menggunakan uang pribadinya maupun bantuan orang tuanya. Namun, merupakan perjalanan gratis dari penyelenggara maupun sponsorship.

"Siapapun bisa seperti saya, asal ada kemauan. Tidak harus menjadi anak pejabat dan itu saya buktikan dengan seluruh perjalanan saya keliling dunia nyaris tanpa bantuan dari orang tua saya," ujar anak pertama dari empat bersaudara ini.

Indah berpesan, kepada generasi muda Maros untuk jangan pernah takut untuk bermimpi. Karena semua pencapaiannya selama ini berawal dari mimpi yang dibarengi dengan usaha dan kerja keras untuk memantaskan diri.

"Yang saya capai ini bukan hasil kerja semalam tapi perjuangan panjang, saya menekuni dunia pramuka sejak usia 13 tahun," ujarnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved