Penyidik KPK Disiram Air Keras
Dioperasi, Kornea Mata Kiri Novel Baswedan Dibuat dari Gigi
Novel Baswedan, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjadi korban penyiraman air keras.
TRIBUNKALTIM.CO -- Novel Baswedan, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjadi korban penyiraman air keras.
Tepat pada saat perayaan Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2017, mata kiri Novel dioperasi oleh Tim Dokter Singapura yang terdiri dari dokter mata dan dokter gigi.
Keterlibatan dokter gigi dalam operasi ini dikarenakan kornea artifisial yang dibuat berasal dari gigi Novel Baswedan sendiri.
Pada operasi tahap pertama ini, dokter terlebih dahulu membersihkan mata kiri dari katarak dan penyedotan cairan glukoma.
Setelah itu gigi taring dicabut beserta jaringan gusinya, kemudian dibuat bakal struktur artifisial yang ditanam di dalam pipi selama dua bulan.
Pada operasi tahap berikutnya, struktur artifisial akan diambil dari pipi untuk ditanamkan di mata kiri.
Dokter berharap penglihatan Novel akan pulih kembali walaupun warna mata akan terlihat tidak normal karena tampak kemerahan dengan bagian hitam yang mengecil.
Baca: Waduh! Pria Ini Diarak Telanjang Keliling Desa Gara-gara Tiduri Istri Orang
Baca: Dugaan Kebocoran Anggaran DPRD, Direktur Warigalit Penuhi Panggilan Kejari Balikpapan
Baca: Punya Aset Rp 1 Miliar sebelum Usia 40 Tahun? Ini Triknya, Nomor 6 Pasti Bisa!
Baca: Gabung dengan Pasukan PBB di Wilayah Konflik, Inilah Kisah Pratu Ringga Prajurit Terbaik Korem 091
Baca: Misteri Terkuak, Lebih dari Setengah Abad Mencari Akhirnya Pria Ini Temukan Yeti
Baca: Ini Pengakuan Roro Fitria soal Namanya Masuk dalam Daftar Penunggak Pajak Kendaraan Mewah
Prosedur yang dijalani oleh Novel Baswedan disebut Osteo Odonto Keratoprosthesis (OOKP) yang merupakan prosedur operasi dengan tingkat kerumitan tinggi, pelopornya adalah dokter mata asal Italia Benedetto Strampelli pada tahun 60-an.
Di Singapura tindakan ini pertama kali dilakukan di Singapore National Eye Center (SNEC) sejak 2004 dengan nama populer Tooth in Eye.
