Selasa, 19 Mei 2026

Kebanggaan Kaltim

Kucing Merah Terancam Punah, Jenis Kucing Jarang Ditemukan di Dunia

Mengulas habitat satwa langka dan dilindungi di kawasan Kalimantan, khususnya Kaltim dan Kaltara seakan tak ada habisnya.

Tayang:
Editor: Sumarsono
GRAFIS/TRIBUNKALTIM

TRIBUNKALTIM.CO - Mengulas habitat satwa langka dan dilindungi di kawasan Kalimantan, khususnya Kaltim dan Kaltara seakan tak ada habisnya. Edisi kali ini, Tribun Kaltim mengulas secara detail kucing hutan Kalimantan.

Tak kurang ada lima species, kucing hutan liar di Kalimantan, termasuk di dalamnya Kucing Merah Kalimantan. Adalah Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman Samarinda, Rustam Fahmi bersama rekan peneliti lainnya sudah melakukan penelitian tentang kucing hutan liar. Penelitian dimulai sejak 2005 hingga sekarang, beberapa jurnal terkait kucing liar sudah dihasilkan.

Baca: Sapi Mengamuk di Mapolres, Acak-acak Posko Pembagian Daging Kurban, Para Ibu pun Kocar-kacir

Jenis mamalia Kalimantan ditemukan lima jenis kucing liar yang masuk dalam ordo Carnivora famili Felidae. Paling besar ukuran tubuhnya adalah Macan Dahan (Neofelis diardi), selanjutnya jenis-jenis kucing yang memiliki ukuran tubuh lebih kecil, seperti Kucing Batu (Pardofelis marmorata), Kucing Merah (Pardofelis badia), Kucing Tandang (Pardofelis planiceps) dan Kucing Kuwuk (Prionailurus bengalensis).

Kucing Merah atau Catopuma badia adalah jenis kucing liar endemik di hutan tropis Borneo. Merupakan salah satu jenis kucing liar dari tujuh jenis yang terdaftar sebagai jenis kucing liar yang terancam punah.

“Jenis ini jarang terlihat, jarang tertangkap kamera dan secara luas diketahui merupakan salah satu jenis yang paling jarang ditemukan di dunia. Oleh karena itu jenis ini sebarannya tidak diketahui, sehingga menghambat upaya konservasinya,” ucap Rustam.

Baca: Setelah Neymar dan Mbappe, PSG Incar Pelatih Berprestasi Mentereng Ini

Hasil penelitian, secara keseluruhan Rustam bersama rekan-rekan lainnya mengumpulkan 71 catatan kehadiran Kucing Merah yang berasal dari seluruh wilayah Borneo, dari Brunei hingga Kalimantan Selatan, 40 catatan di antaranya digunakan untuk pemodelan.

Dari prediksi pemodelan kesesuaian habitat diketahui bahwa daerah yang luas di pedalaman Borneo yang sebagian besarnya berupa kawasan hutan dataran tinggi (hutan perbukitan) yang juga terdapat hutan dataran rendah dan hutan sub dataran tinggi adalah kawasan yang diprediksi paling sesuai untuk Kucing Merah.

Hal ini sesuai dengan hipotesa awal yang menyatakan bahwa jenis ini tersebar luas di keseluruhan Pulau Borneo. Daerah dataran rendah yang terdepan seperti hutan mangrove dan hutan rawa diprediksi rendah kesesuaian habitatnya, demikian pula dengan beberapa daerah di Kalimantan yang telah dikonversi menjadi perkebunan Kelapa Sawit.

Baca: Meledak! Video Lipsync Wanita Gemuk Ingatkan Aksi Norman Kamaru, Ekspresinya Mengocok Perut

Kucing Merah disebut juga sebagai Kucing Kalimantan atau Kucing Borneo. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Borneo Bay Cat, Bay Cat, Bornean Bay Cat, dan Bornean Marbled Cat. Di Malaysia binatang yang juga menghuni Serawak dan Sabah ini dikenal dengan Kucing Merah. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved