Mengapa Bank Indonesia Sorot dan Waspadai Peralihan ke Musim Hujan?
Beberapa fokus utama masih sama dengan periode sebelumnya yaitu memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi pangan.
Penulis: Rafan Dwinanto |
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Agustus ini, Kaltim mengalami deflasi sebesar minus 0,28 persen. Menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi 0,12 persen.
Kelompok penyumbang deflasi Kaltim Agustus 2017 adalah transportasi dan komunikasi serta bahan makanan.
Sementara, kelompok utama penyumbang inflasi bulan Agustus 2017 adalah pendidikan, rekreasi, dan olahraga.
Dilihat dari komponen pembentuknya, deflasi di Kaltim yang terjadi pada Agustus 2017 dipengaruhi oleh deflasi pada kelompok transportasi dan komunikasi.
"Diketahui, di Juni dan Juli 2017 kelompok ini, menjadi penyebab inflasi karena penggunaan transportasi yang tinggi menjelang Hari Raya Idul Fitri (Juni) dan libur anak sekolah (Juli)," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim, Muhammad Nur.
Baca juga:
Azerbaijan Pakai Dana Rahasia Rp 40 Triliun Bayar Politisi Oposisi, Aktivis HAM dan Jurnalis Eropa
Kembali Bergairah, Ekspor Hasil Tambang Kaltim Naik Drastis Dibanding Tahun Lalu
Darren Mak, Mahasiswa Nasional University of Singapura yang Sudah Kuasai 14 Bahasa Asing
Hasil Survei Terbaru: Lebih Dari Separuh Warga Inggris Diketahui Tidak Beragama
Animo WNI Sangat Tinggi Untuk Bertemu Jokowi di Singapura, Tiket Masuk Ludes dalam Hitungan Jam
Hillary Clinton Rilis Memoar dan Tuding Sanders Jadi Penyebab Kekalahannya Atas Presiden Trump
Alamak, Tak Cuma Dirdik KPK, Direktur Tipikor Bareskrim Juga Turut Pidanakan Novel Baswedan
Secara umum, deflasi pada bulan Agustus 2017 disebabkan normalisasi pada kelompok transportasi dan komunikasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ilustrasi-inflasi_1_20150804_182300.jpg)