Rabu, 15 April 2026

Begini Kronologis Kasus Alfian Tanjung, Dari Tudingan Kader PKI Sampai Pembatalan Pembebasannya

Kini ia dikabarkan dijemput oleh tim penyidik Ditreskrimsus Polda Jatim di rutan pada Rabu (6/9/2017) malam.

KOMPAS.com/Kristian Erdianto
Dosen Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA) Alfian Tanjung 

TRIBUNKALTIM.CO - Nama Alfian Tanjung kembali menjadi bahan perbincangan setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan atas kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik.

Ia pun ditahan di rumah tahanan (rutan) Kelas I Medaeng Sidoarjo.

Kini ia dikabarkan dijemput oleh tim penyidik Ditreskrimsus Polda Jatim di rutan pada Rabu (6/9/2017) malam.

Melansir dari Kompas.com, diketahui saat itu kuasa hukum Alfian sedang mengurus adminstrasi bebas yang diberikan majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya pada Rabu siang.

Baca: Gaji Rp30 Juta, Suami Tolak Beli Rumah. Wanita Ini Langsung Minta Cerai Saat Lihat Tabungan Suami

Namun dikabarkan, penjemputan itu dibatalkan oleh puluhan polisi berpakaian preman.

Berikut, tim TribunWow.com himpun kronologi lengkap kasus Alfian Tanjung yang dipenjara, lalu dinyatakan bebas, kemudian ditangkap lagi!

Melansir dari Tribunnews.com, kasus ini berawal pada tanggal 27 Januari 2017, Ifdal Kasim yang merupakan tim kuasa hukum kepala kantor Staf Kepresidenan, Teten Masduki, mendatangi kantor Bareskrim Polri.

Baca: Hakim dan Panitera Kena Operasi Tangkap Tangan KPK

Kedatangannya saat itu guna melaporkan Aflian Tanjung yang menyebut Teten sebagai oknum Partai Komunis Indonesia (PKI).

Dalam tayangan Kompas Pagi, Kompas TV, Ifdal mengatakan rekaman video yang menunjukkan Alfian Tanjung menuding Teten sebagai kader PKI beredar luas di media sosial.

Tak hanya menyebut Teten Masduki sebagai kader PKI, Alfian Tanjung juga menyebut beberapa nama seperti Urip Supriyanto, Budiman Sudjatmiko, Waluyo Jati, Nezar Patria dan maih banyak lainnya.

Baca: Sudah Dilamar Kekasih, Kenapa Syahnaz Sadiqah Justru Posting Begini?

Alfian juga mengatakan orang-orang tersebut sering melakukan rapat di lingkungan Istana Negara.

"Mereka (PKI) sudah menguasai Istana, hampir sebulan ini tak ada lagi konsultan tentara."

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved