Kamis, 30 April 2026

Nama-nama Ini Disebut Jadi Pengganti Setya Novanto di Golkar dan Ketua DPR

elektabilitas partai ini merosot drastis karena kasus dugaan korupsi KTP elektronik yang menyeret Setya Novanto sebagai tersangka

Tayang:
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto pada workshop KPPG di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Jumat (25/8/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO - Partai Golkar akhirnya realistis dengan posisi sulit Ketua Umum DPP Golkar Setya Novanto diperhadapkan dengan respon negatif masyarakat.

Hasil survei terbaru lembaga terpercaya yang diyakini elite Golkar, elektabilitas partai ini merosot drastis karena kasus dugaan korupsi KTP elektronik yang menyeret Setya Novanto sebagai tersangka.

Baca: Oalah, Ternyata Ini Pekerjaan Calon Mantu Jokowi, Nggak Nyangka Banget

Banyaknya kepala daerah dari Golkar yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga kian memperburuk citra partai warisan Orde Baru ini.

Pengamat Lembaga Ilmu Politik Indonesia (LIPI), Indria Samego melihat sosok yang dekat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) seharusnya dipilih untuk menggantikan Setya Novanto sebagai Plt Ketua Umum Golkar.

Sejarah Golkar sejauh ini pun menunjukan Partai berlambang Beringin tersebut selalu berada dalam perahu pemerintahan.

Baca: Pedih Banget, Baru Melahirkan 2 Minggu, Suaminya Digondol Pelakor

"Golkar dekat dengan kekuasaan. Jadi pilih saja yang sekarang dekat dengan Presiden Jokowi," ujar Indria Samego kepada Tribunnews.com, Kamis (28/9/2017).

Menurut Indria Samego, sudah waktunya Novanto berlapang dada untuk menerima kenyataan menyerahkan jabatan pimpinan tertinggi di Golkar untuk berfokus pada penyembuhan dan kasus hukumnya di KPK.

"Lebih baik terlambat dari pada tidak. Novanto harus terima kenyataan itu dan menyerahkan kekuasaannya kepada yang bebas dari masalah dan bisa memobiliaasi dukungan," tegasnya.

Indria mengakui tren elektabilitas Golkar terus merosot

Indria mengungkapkan menurunnya elektabilitas Golkar, bukan hanya terjadi ketika Novanto dijadikan tersangka oleh KPK.

Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid (kiri foto), Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (tengah foto), dan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham (kanan foto) usai rapat pleno di DPP Golkar, di Jalan Anggrek Neli, Jakarta Barat, Selasa (18/7/2017).
Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid (kiri foto), Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (tengah foto), dan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham (kanan foto) usai rapat pleno di DPP Golkar, di Jalan Anggrek Neli, Jakarta Barat, Selasa (18/7/2017). (Kompas.com/Robertus Belarminus)

Menurut Indria Samego, konflik internal Partai Golkar membuat pemilihnya tidak simpati.

Kemudian imbuhnya, kinerja anggota DPR RI juga dinilai ikut berkontribusi terhadap kemerosotan populariras dan elektabilitas Golkar.

Terakhir penetapan Novanto baik sebagai tersangka dalam korupsi proyek e-KTP maupun kala kasus Papa minta saham PT Freeport Indonesia di periode sebelumnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved