Kebanggaan Kaltim
'Tioang Batu Kalimantan', Burung Endemik yang Unik Hidup di Pulau Kalimantan
Burung Tiong Batu Kalimantan atau Bornean bristlehead (Pityriasis gymnocephala) memiliki kekerabatan dengan gagak.
TRIBUNKALTIM.CO - PENAMPILAN mirip burung gagak terlebih dengan bentuk paruh yang besar. Karena alasan itu pula banyak yang mengira burung Tiong Batu Kalimantan atau Bornean bristlehead (Pityriasis gymnocephala) memiliki kekerabatan dengan gagak.
Bukan itu saja keunikan burung endemik Kalimantan ini, masih banyak juga yang menyangka spesies burung ini masih satu keluarga dengan burung jagal papua, bahkan benet, jalak sampai mengelompokkannya sebagai genus tersendiri.
Tiong Batu Kalimantan merupakan burung endemik Kalimantan. Spesies burung ini berukuran panjang 26 cm ini memiliki bentuk kepala botak dengan kulit berwarna kuning dan merah terang. Pada pipinya terdapat tompel hitam, dengan bentuk paruh yang cukup besar.
Baca: Burung Tiong Batu Kalimantan Punya Kicau Unik Mirip Suara Klakson
Burung Tiong Batu Kalimantan dipercaya hanya bisa ditemui di Pulau Kalimantan, termasuk Sabah, Malaysia.
"Sering disamakan dengan burung gagak. Tetapi bukti DNA menujukkan Tiong Batu Kalimantan juga berkerabat dengan burung Kekep yang punya kerabatan dengan burung Gagak," ujar Rustam Fahmy, peneliti sekaligus Dosen Fakultas Kehutanan Unmul Samarinda kepada Tribun.
Secara deskripsi tubuh, Tiong Batu Kalimantan relatif bertubuh mungil, berkisar 26 cm. Meski mungil, paruhnya berukuran cukup besar dengan dominasi warna hitam.
Kepalanya botak dengan rambut pada kepalanya berwarna kuning jerami. Warna dada dan punggung atasnya adalah merah padam. Sementara sayap punggung bawah serta ekornya berwarna hitam.
Baca: LIVE STREAMING - PSG Vs Bordeaux, Tonton di Sini Lewat HP, Main Sekarang!
Keunikan lain adanya warna hitam seperti tompel di area pipi dan bawah mata. Ekornya pendek dan kakinya agak kecil, sehingga burung ini terlihat besar ke atas.
Bulu-bulu pada betina dan jantan memiliki sedikit perbedaan. Betina memiliki sayap kemerahan. Selain itu, perbedaan juga ada pada burung dewasa dimana paha burung Tiong Batu Kalimantan dewasa lebih hitam, serta bulu kepala yang tidak berkembang.
Dalam hidup bersama kelompoknya, Tiong Batu Kalimantan memiliki panggilan sangat khas. Suara antara satu individu dengan individu lain biasanya dilakukan keras dalam jangka waktu dua sampai tiga detik.
Baca: Transmisi PLN Tersambar Petir, Listrik 4 Kota di Kaltim Padam
Tiong Batu Kalimantan sudah mulai jarang ditemui, bahkan habitat utama mereka. Sulit ditemui ini karena adanya kecenderungan Tiong Batu Kalimantan bepergian berkelompok sampai ke wilayah terbang yang luas. Hal ini diyakini menunjukkan perilaku burung yang nomaden, berpindah-pindah.
Perkembangbiakan Tioang Batu Kalimantan masih menjadi misteri, dengan sedikit informasi yang diketahui. Meskipun sarang spesies ini belum pernah ditemukan. Ada deskripsi tentang telur yang diambil dan dikumpulkan pada 1896. Telurnya berwarna putih besar dengan bintik abu-abu dan coklat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/burung_20170930_233045.jpg)