Parenting
Hati-hati Mengumpat di Depan Anak, Ini yang akan Terjadi dengan Emosinya
Meski sebagai orangtua Anda selalu mengajarkan pada anak untuk bertutur sopan tapi Anda sering mengumpat saat sedang kesal.
Baca: Segar dan Alami, Ini 5 Air Terjun di Bogor yang Cocok untuk Akhir Pekan
Baca: Beginilah Penampakan Sel dan Isinya untuk Para Koruptor di Rutan KPK
Baca: Natasha Wilona Difollow San Chai Asli Gara-gara Bintangi Meteor Garden Versi Indonesia?
Jika si kecil sudah mulai mempelajari kata-kata umpatan dan mengulanginya, maka langkah terbaik adalah membiarkan.
Misalnya seorang anak yang mulai berkata kasar, pertama kali akan terdengar lucu, tapi respon menertawakan adalah salah.
Anak yang baru berkembang masih merespon dengan baik perubahan vokal, reaksi nonverbal, dan pujian.
Tawa besar dan senyum dari orang dewasa dapat dianggap pembenaran.
Mereka akan mengulangi apa pun perilaku yang memicu respon tersebut.
"Yang cukup sering terjadi adalah ketika seorang anak mengeluarkan kata-kata umpatan, orang tua mengatakan 'ooooh!' Dan mulai tertawa histeris dan semacamnya karena anak itu mengeluarkan kata-kata umpatan," jelas Stephan.
"Itu akan membuat mereka ingin melakukannya lebih banyak. Mereka menyukai perhatian yang mereka dapatkan dari orang tua mereka. Jadi jika anak itu mengeluarkan kata-kata umpatan, jangan bereaksi terhadapnya--sulit untuk tidak melakukannya, tapi jangan," sarannya.
Sebaliknya beri reaksi positif ketika si kecil mengatakan sesuatu yang Anda ingin mereka katakan, misalnya berkata "tolong", "maaf" atau kata-kata manis lainnya.
Anda bisa lebih terlibat pada kegiatan yang saat itu sedang dilakukan anak.
Memarahi atau menampilkan frustrasi kepada anak yang sudah telanjur senang mengeluarkan umpatan tidak akan membantu mempercepat prosesnya.
Hal ini dapat membingungkan anak-anak, dan masih dianggapnya sebagai sebuah perhatian.
"Seperti pendekatan perilaku lainnya, Anda menghargai mereka atas hal-hal yang Anda sukai dan mengabaikan hal-hal yang ingin Anda hilangkan. Biasanya mereka sangat menyukai perhatian positif, jadi mereka akan melakukan hal-hal yang menurut mereka mendapat perhatian." (Kompas.com/Kahfi Dirga Cahya)