Polemik Transportasi Online
Ada Sweeping, Helm Ojek Online yang Dipakai Ibu Ini Dibanting Hingga Pecah
Saat melintas di kawasan Balikpapan Permai Jalan Jenderal Sudirman dirinya distop paksa oleh para sopir angkot.
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani | Editor: Januar Alamijaya
Laporan Wartawan TribunKaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Siti (32) warga gang Mulya, Damai, Balikpapan Kota masih tak percaya dengan apa yang barusan ia alami.
Saat melintas di kawasan Balikpapan Permai Jalan Jenderal Sudirman dirinya distop paksa oleh para sopir angkot.
Baca: 9 Bukti Kalau Teknologi Malah Bikin Kita Tambah Bodoh, Nomor 7 Ini yang Paling Bahaya
Kendaraannya distop lantaran ibunya yang berusia 60 tahun memegang helm hijau berlambang salah satu jasa angkutan online. Belakangan diketahui, Siti merupakan istri dari seorang driver transportasi online (motor).
"Karena gak ada helm lagi di rumah. Ya, saya terpaksa pakai helm suami saya itu. Kebetulan suami saya lagi off, istirahat di rumah. Saya lho, habis dari rumah sakit, nemani ibu yang berobat di Gunung Malang," tuturnya.
Baca: Kapolres Izinkan Sopir Angkot Demo di Kantor DPRD, dengan Syarat . . .
Sebelumya ia sudah diperingatkan warga di pinggir jalan untuk melepas helm yang dikenakan ibunya. Lantaran di depan para sopir angkot ramai melakukan sweping terhadap driver online yang mengenakan atribut.
"Saya minta ibu saya lepas helm dari kepalanya. Saya bilang pegang saja. Pikiran saya aman saja, apalagi saya perempuan. Tapi persis di depan toko smile, mereka (sopir) tetap berhentikan motor saya, mas," urainya.
Baca: Merasa Posesif? Berikut 10 Cara Berhenti Menjadi Pasangan yang Posesif, Dijamin Hubungan Langgeng
Lanjut Siti, para sopir angkot tersebut berupaya mengambil helm yang dipegang ibunya. Adegan saling tarik menarik sempat terjadi. Dirinya mengaku sudah menyampaikan bahwa ia bukan driver gojek. Namun para sopir angkot tersebut tak menghiraukan.
"Ngga lama polisi datang, mas. Ia minta saya kasihkan saja helm itu. Ya, saya nurut saja. Daripada ibu saya kenapa-kenapa. Mereka langsung ambil itu helm, lalu banting helm di depan saya. Sampai pecah dan hancur," ungkapnya.
Kepada Tribunkaltim.co, ia mengaku tak habis pikir dengan tindakan yang dilakukan para sopir angkot tersebut. Kemudian ia menelpon suaminya yang belakangan diketahui sudah setahun menjadi driver transportasi online.
Baca: Taksi Konvensional Bergabung Ikut Demo di DPRD Balikpapan
"Saya kaget ditelepon istri. Langsung saya ke sini, khawatir terjadi apa-apa. Ya syukurnya istri dan mertua saya amanlah," kata Wisnu (32) yang juga merupakan petugas PMK Balikpapan Kota.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi di kawasan Balikpapan Permai berangsur kondusif. Aparat kepolisian tampak masih siaga di pos polisi, begitu juga petugas Sishub. Mereka juga tampak melayani beberapa warga yang terlantar lantaran angkot melakukan mogok masal menggunakan kendaraan mereka. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/transportasi-online_20171013_220219.jpg)