Pemuda Muhammadiyah: Sumpah Lawan Korupsi dan Narkoba, Sumpah Anak Muda Jaman Now

Namun, memperkuat identitas keberagaman dengan mengakui keberagaman itu akan mampu menyatukan.

Pemuda Muhammadiyah: Sumpah Lawan Korupsi dan Narkoba, Sumpah Anak Muda Jaman Now
Tribunnews.com/Fitri Wulandari
Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Simanjuntak bonceng Menteri ESDM RI Ignasius Jonan saat hendak berangkat dari Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (17/9/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO - Bagi Pemuda Muhammadiyah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 adalah titik awal kesadaran kolektif untuk bersatu sebagai bangsa dan negara, menjaga satu tanah air dengan bahasa tunggal yakni bahasa Indonesia yang menyatukan.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan secara filosofis yang dilakukan para pemuda saat itu bukan upaya membentuk keseragaman dalam satu bangsa dan negara.

Namun, memperkuat identitas keberagaman dengan mengakui keberagaman itu akan mampu menyatukan karena nalar sehat keinginan untuk hidup bersama dan saling berbagi dalam satu Indonesia.

Jadi, para Pemuda tahun 1928 sejatinya mewariskan semangat dialogis yang kuat.

Dialog dalam keberagaman, dimana nalar sehat adalah instrument utama dalam dialog tersebut, sehingga keberagaman dipahami sebagai pemersatu dan kekuatan bukan kelemahan, ditambah para pemuda saat itu memiliki musuh bersama bernama kolonialisme.

Baca juga:

Berlanjut ke Layar Lebar, Kisah Si Doel yang Kejar Cintanya di Belanda

Menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno Update Kolom Pekerjaan di Facebook?

Toserba Mewah di Jepang Tolak Kehadiran Dewi Soekarno, Gara-gara Masalah Ini

Angkut Ratusan Penumpang ke Pontianak, Kapal Terbakar di Perairan Karimunjawa

Halaman
123
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved