Aksi Bullying di Kaltim
Lagi-lagi Bully! Inilah 3 Kasus yang Pernah Bikin Geger, yang Terakhir Masih SD dan Meninggal Dunia
Ironisnya, aksi mirip perkelahian tersebut tidak dilerai oleh teman sekelas keduanya. Malah menjadi bahan ejekan sebagian siswa yang berada di kelas
TRIBUNKALTIM.CO - Baru-baru ini beredar video aksi bullying atau perundungan yang dilakukan pelajar SMP Balikpapan.
Video tersebut pertama kali diunggah oleh pemilik akun Facebook Leifia Mamahit.
Sejak diunggah pada Rabu (1/11/2017) lalu itu membuat geger warga Balikpapan.
Unggahan Leifia Mamahit telah dibagikan hampir 100 kali saat berita ini disusun, dan sudah disaksikan 8.576 kali oleh pengguna Facebook.
Video perundungan itu melibatkan 2 orang siswa SMP mengenakan seragam batik bergumul di dalam kelas.
Aksi saling tindih, dorong-dorongan hingga baku pukul terkam jelas di video tersebut.
Ironisnya, aksi mirip perkelahian tersebut tidak dilerai oleh teman sekelas keduanya. Malah menjadi bahan ejekan sebagian siswa yang berada di kelas, termasuk yang merekam peristiwa tersebut menggunakan smart phone.
Saat ditelusuri Tribunkaltim.co, diketahui bahwa siswa yang terlibat dalam video tersebut berasal dari SMP Patra Dharma 2 Balikpapan.
Baca: Disdikbud Sampaikan 8 Poin Fakta Bullying Siswa SMP di Balikpapan, Jangan Lewatkan Nomor 4 dan 5
Saat disambangi media ini, Kepala Sekolah SMP Patra Dharma 2 Balikpapan Bambang Haryono tak menampik bahwa benar anak didiknyalah yang berada dalam unggahan video tersebut.
Keduanya merupakan siswa kelas IX SMP Patra Dharma 2 Balikpapan, berikut dengan perekamnya.
"Harus kami akui, kejadian itu di luar dugaan kami," katanya
Perundungan tersebut terjadi kelas IX B, dimana merupakan ruang belajar siswa yang terlibat dalam video tersebut. Belakangan diketahui pergumulan terjadi lantaran salah seorang dari yang bertikai mencolek hidung rekannya. Namun entah kenapa bisa berlanjut menjadi pergumulan, seperti mirip adegan perkelahian.
Namun Bambang tetap mengatakan apa yang terekam di video tersebut hanya main-main semata. Kedua anak tersebut seperti sedang bercanda, pasalnya sehabis kejadian tersebut tak ada masalah, keduanya masih terlihat akur.
"Mereka itu satu kelas, bahkan satu meja. Duduknya sama-sama. Orang mereka sering ke rumah satu sama lain," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/bullying_20171103_175755.jpg)