Korupsi KTP Elektronik
Setya Novanto Curhat ke Fahri Hamzah, Katanya Ia Pernah Bertemu Presiden Bahas Kasus E-KTP
Novanto, kata Fahri sempat menceritakan pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo bahas kasus yang menjeratnya tersebut.
TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengaku Setya Novanto pernah curhat kepadanya soal kasus KTP elektronik.
Novanto, kata Fahri sempat menceritakan pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo bahas kasus yang menjeratnya tersebut.
"Dia (Novanto) pernah cerita ke saya, tapi mungkin itu obrolan bersama presiden mungkin saya tidak bagus saya sampaikan, sampai beliau sendiri yang menceritakan," kata Fahri di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa ( 21/11/2017).
Baca: Wow, Setya Novanto Punya 16 Rumah dan Tanah! Satu Huniannya Ada yang Ditaksir Rp 178 Miliar!
Menurut Fahri, Novanto bercerita jika dalam kasus KTP elektronik, Presiden Joko Widodo dalam tekanan yang keras.
Salah satunya dari Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK).
Baca: Siap Bantu KPK, Nazaruddin Ungkap Setya Novanto Diberi Uang 500.000 Dollar AS
"Dia cerita presiden dalam tekanan yang sangat keras, dari orang-orang sekitar situ. Lobi-lobi KPK ini kan hebat sekali, saya sebelum dipecat PKS ini kan KPK lobi ke PKS supaya saya dipecat," katanya.
Novanto kata Fahri mengaku pernah bertemu presiden Joko Widodo dua kali.
Sebulan sebelum ditangkap Novanto pernah sekali bertemu Jokowi.
Baca: Nah Loh, Ternyata Tiang yang Ditabrak Setya Novanto Bukan Milik PLN, Jadi?
"Ada yang ketemunya sekali, ada yang ketemunya sengaja, tapi saya tidak bisa cerita," katanya.
Fahri mengatakan Novanto banyak mengeluh tentang situasi yang dihadapinya dalam kasus korupsi KTP elektronik.
Sebagai seorang sahabat kata Fahri, ia hanya menyarankan Novanto untuk terus komunikasi dengan presiden.
"Karena Novanto banyak membantu pak Jokowi, misalnya tax amnesty bayangkan negara banyak diuntungkan dengan tax amnesty, pemilu treshold diberesin sama Golkar, kita sampai di rapim terpengaruh juga dan Pak Novanto punya kemauan dan itu pesen dari presiden, kemudian UU ormas, macam-macam lah itu," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/fahri-hamzah_20170703_160121.jpg)