Mengenal Aorta Aneurisma - Penyakit Bom Waktu yang Diderita Bondan 'Maknyus' Winarno
Banyak orang menduga pria 67 tahun ini meninggal dunia lantaranpola makan yang kurang tepat.
TRIBUNKALTIM.CO - Publik Indonesia dirundung kabar duka atas meninggalnya presenter sekaligus pakar kuliner Bondan Winarno, Rabu (29/11/2017).
Banyak orang menduga pria 67 tahun ini meninggal dunia lantaranpola makan yang kurang tepat.
Seperti diketahui, dalam sekali siaran Bondan bisa mencicipi berbagai menu masakan dengan aneka rasa.
Meski demikian, ternyata pak Bondan cukup concern dengan makanan yang masuk ke dalam tubuhnya.
Baca juga:
Parah! Ibu-ibu Pesta Sabu Sambil Bawa Bayi di Rumah
Suami Tewas Tertimbun Longsor 10 Tahun Lalu Ratna Trauma Dengar Suara Hujan, Begini Kisah Pilunya
Ratna Gemetar, Tengah Malam Dengar Suara Keras dari Atap Rumahnya
Soal Ganti Rugi Lahan, Warga Kukar Siap Bungkam Aparat dan Preman
Pasang Aliran Listrik, PKL di Berau Bebas Biaya Sambungan
Samarinda Bakal Ketambahan 2 Polsek Baru, Ini Lokasi Kantornya
Ia bahkan memiliki pola makan khusus yang dinilai cukup sehat.
Pada pagi hari, Pak Bondan akan memilih untuk mengkonsumsi buah-buahan seperti pepaya.
Barulah di siang hari Pak Bondan mulai makan berat dengan sumber karbohidrat berupa roti gandum, nasi merah, singkong, atau roti pita.
Beberapa jenis makanan yang sangat disukai oleh Pak Bondan adalah perpaduan dengan trancam dan singkong rebus atau salad dan roti pita.
Untuk sore hari, Pak Bondan akan mengkonsumsi camilan sehat layaknya oatmeal atau havermut dan kemudian menjelang petang pak Bondan mengkonsumsi kacang-kacangan layaknya kacang almond.
Namun demikian ternyata pak Bondan memang harus meninggal lantaran sakit yang ia derita.
Sebelum ia meninggal, Pak Bondan pernah menuliskan di sebuah grup kuliner yakni Jalan Sutera tentang penyakitnya.
Bondan menuliskan bahwa ia menderita pembengkakan katup aorta atau aorta aneurysm.
Katup aortanya membesar, ada benjolan di dalamnya dan perlu dioperasi.
Bahkan katup aortanya sempat bocor sehingga dioperasi dan diganti pada 27 September 2017 lalu.
Setelah operasi, Pak Bondan dihantui oleh pendarahan dan aritmia atau kondisi denyut jantung yang tak beraturan.
Dilansir dari laman alodokter.com, aorta merupakan pembuluh yang menjadi saluran bagi darah yang membawa oksigen dari jantung ke seluruh tubuh.
Baca juga:
VIDEO - Pengemudi Ini Usil pada Petugas Jalan Tol, Lihat Imbasnya, Videonya Bikin Nyesek!
Kertas Ini Dijuluki 'Duit Pemberi Harapan Palsu', Alasannya Ada di Balik Angka Nol
Mengacu Permenhub, Februari 2018 Semua Angkot Harus Ber AC
Kampung Halamannya Kena Bencana Banjir, Ini yang akan Dilakukan SBY dan Keluarganya
Begini Asalnya Himpaudi Dapat Dana Hibah Rp 40,2 Miliar, Terungkap Kisah Miris di Baliknya. . .
Gara-gara Ini, KPK Minta Sidang Praperadilan Setya Novanto Diundur 3 Minggu
Aorta memiliki katup yang terletak di antara bilik kiri dan aorta itu sendiri.
Kelainan yang dialami Bondan Winarno dapat menyebabkan gangguan pada proses pengantaran oksigen ke seluruh tubuh.
Dilansir dari hellosehat.com, apabila katup aorta menebal dan ada benjolan, maka jantung harus bekerja lebih keras untuk mengirim darah.
Lantas apa saja penyebab dari penyakit ini?
Penyebab dari aneurisme sendiri masih belum jelas hingga saat ini.
Namun melansir laman doktersehat.com, pakar kesehatan menduga jika ada beberapa faktor yang bisa menjadi pemicunya seperti sebagai berikut.
Arteriosklerosis
Arterioklerosis adalah kondisi dimana ada cukup banyak plak yang menumpuk pada arteri dan bisa membuat arteri rusak, mengeras, dan akhirnya menghambat aliran darah dan membuat lajunya menjadi tidak lancar.
Kondisi ini diduga bisa memicu aneurisme.
Tekanan darah tinggi
Salah satu masalah kesehatan yang banyak menimpa masyarakat tanah air ini ternyata memang bisa menyebabkan aneurisme.
Tekanan darah yang jauh di atas normal memang bisa membuat pembuluh darah menggelembung dan melemah. (TribunStyle.com/Triroessita Intan Pertiwi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/bondan3_20171130_112052.jpg)