Kisah Pencarian Jasa Aborsi Lewat Internet, Bayar Rp 4 juta, Dilayani Pria Berjas Dokter
Setelah melakukan pendaftaran, dirinya masuk ke ruang pemeriksaan untuk bertemu dengan dokter kandungan yang akan menanganinya.
Baca: Panggung Reuni 212 Dikabarkan Roboh, Netizen Kirimkan Bukti Videonya
Setelah dokter tersebut mengajukan beberapa pertanyaan seperti alasan melakukan aborsi, usia dan lainnya, DIN langsung di USG untuk menentukan usia kehamilannya.
"Waktu itu dibilangnya udah enam minggu dan biayanya Rp 4 juta tapi saya nego lagi jadi kalau gak salah Rp 3.6 juta, udah sama obat-obatan katanya," jelas DIN.
Setelah menyerahkan sejumlah uang yang disepakati untuk biaya aborsi tersebut, DIN langsung dibawa ke ruang tindakan yang berbeda dengan ruang praktek dokter tersebut.
Baca: Punya Prestasi Moncer di Bulu Tangkis, Bocah Ini Ternyata Putra Vokalis Band Ternama
"Dalemnya kayak rumah gitu, jadi ada beberapa kamar lah. Pas masuk ke ruang tindakan, ya banyak alat-alat kedokteran gitu deh," ujar DIN.
Dirinya mengaku ada dua orang yang bertindak dalam aborsitersebut, yakni dokter itu sendiri dan perawat yang melakukan USG untuk melihat letak janin tersebut.
"Prosesnya cepet cuman sejam aja. Waktu itu saya dibius total dan gak sadar, jadi setelah gak sadar baru ditindak. Bangun-bangun udah selesai dan gak ngerasa sakit apa-apa," ceritanya.
Setelah melakukan proses tersebut DIN diberikan sejumlah obat-obatan dan diterangkan tentang pantangan-pantangan yang harus dijalani selama seminggu hingga dirinya diharuskan melakukan kontrol lagi dengan dokter tersebut.
Baca: Sebelum Aksi Sulapnya Berujung Celaka, Demian Sempat Tulis Pesan Ini Untuk Istri Stuntmannnya
Bercerita tentang perasaannya, DIN mengaku sangat menyesal dan merasa bersalah dengan tindakannya tersebut namun dirinya merasa ini jalan terbaik yang harus dia lakukan.
"Feeling guilty sih pasti ya sampai sekarang. Tapi emang gak bisa juga hamil kalau gak ada bapaknya. Soalnya ini bukan pacar saya atau gimana, ini cuman temen dekat saya, ya friends with benefit gitu aja," tutur DIN.
DIN mengaku tidak ada dari anggota keluarganya yang mengetahui tindakannya ini dan dirinya membagi dua biaya aborsi tersebut dengan pria yang menghamilinya.
"Saya ikutin maunya dia (laki-laki yang menghamilinya) aja, yang terbaik buat saya kedepannya juga. Lagian hal-hal kayak gini di kalangan orang-orang Jakarta apalagi anak muda bukan hal yang asing kok," ujar DIN.