Menelusuri Perpustakaan Nasional, Lokasi Tepat Jelajahi Ruang dan Waktu, Cozy dan Instagramable
Namun, ada satu lagi destinasi yang baru-baru ini diresmikan. Lokasi ini cocok bagi Anda penjelajah ruang dan waktu.
TRIBUNKALTIM.CO - Jakarta, jika mendengar nama kota ini sudah terbayang ikon Monumen Nasional (Monas) yang berdiri di pusat ibu kota negeri ini.
Meski demikian, tak hanya Monas yang dapat dijadikan tujuan wisata. Masih banyak destinasi lainnya yang dapat dieksplorasi di kota yang menjadi pusat ekonomi Indonesia.
Sebut saja Kota Tua, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Ancol, bahkan Kepulauan Seribu yang bisa dijajakin untuk berlibur bersama keluarga.
Namun, ada satu lagi destinasi yang baru-baru ini diresmikan. Lokasi ini cocok bagi Anda penjelajah ruang dan waktu.
Di bilangan Jakarta Pusat, tepatnya Jalan Medan Merdeka Selatan Nomor 11, telah berdiri perpustakaan yang digadang-gadang sebagai gedung Perpustakaan Nasional tertinggi di dunia.
Baca: Perpustakaan Nasional Inggris Gandeng iPad
Perpustakaan Nasional Republik Indonesi (PNRI) ini baru saja diresmikan pada 14 September 2017 lalu oleh Presiden Joko Widodo.
Terdiri dari 24 lantai, Anda dapat menikmati fasilitas perpustakaan secara cuma-cuma.
Dijelaskan oleh Yoyo Yahyono, Bagian Informasi Perpustakaan Nasional RI, siapa saja bisa menjadi anggota perpustakaan tanpa dipungut biaya sepersenpun.
"Kebetulan kalau disini harus cetak kartu untuk layanan e-Resources, disitu ada jurnal-jurnal. Di luar daerah juga bisa daftar online, dimana saja. Jika menjadi anggota, bisa mengakses koleksi digital berupa e-Book. Gratis, semuanya gratis. Jadi bukunya bisa dipinjam selama 3 hari, kalau 3 hari tidak dibaca, kembali sendiri secara otomatis," paparnya, Sabtu (25/11/2017) di lantai 2 gedung PNRI.
Gedung yang didirikan di atas lahan seluas 11.975 meter persegi dengan luas bangunan 50.917 meter persegi memakan waktu pembangunan hampir tiga tahun.
Megahnya bangunan PNRI ini, juga ditunjang dengan tempat yang cozy dan instagramable.
Jika ingin mengunjungi PNRI, layanan dibuka sejak pukul 9 pagi hingga 4 sore.
Yuk, lihat sisi menarik PNRI yang sayang untuk dilewatkan.
1. Gedung Cagar Budaya
Sebelum memasuki gedung perpustakaan 24 lantai, Anda harus melewati gedung cagar budaya.
Gedung dengan desain kuno ini terdari dari ruangan-ruangan yang menampilkan sejarah perpustakaan Indonesia.
Diungkapkan oleh Yoyo Yahyono dulunya gedung ini digunakan sebagai Pusdiklat, dan layanan khusus terbuka.
"Dulunya gedung ini, di depan pusdiklat, kemudian layanan khusus terbuka, di Salemba layanan tertutup. Nah, sekarang di depan itu khusus untuk gedung cagar budaya. Jadi sejarah perpustakaan di Indonesia ada semua disitu. Mulai dari bagaimana mengenal huruf, bagaimana membaca, mengeja, dan lain sebagainya," jelasnya.
2. Atrium Perpustakaan
Di atrium utama PNRI, bisa digunakan untuk kegiatan dialog.
Setelah memasuki pintu, Anda akan disambut dengan pemandangan menakjubkan.
Buku-buka langka peninggalan zaman Belanda disusun di rak tinggi khusus, di tengah-tengah ekskalator menuju lantai 2.
Di atrium juga terdapat jejeran lukisan hitam putih pemimpin Indonesia mulai dari Ir. Soekarno, hingga yang terakhir Joko Widodo beserta koleksi buku yang mengulas tentangnya, dipajang dalam sebuah etalase.
3. Lantai 2 Pusat Layanan Anggota dan Informasi
Nah, buat Anda yang ingin menjadi anggota perpustakaan, di sinilah lokasinya.
Di lantai 2, terdapat jajaran komputer yang bisa digunakan untuk mendaftar sebagai anggota perpustakaan dan pencarian katalog.
Di lantai ini pulalah terdapat teater utama yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan. Kapasitas teater ini cukup untuk 250 orang.
Untuk sekadar informasi, peminjaman teater juga tidak dipungut biaya, lho.
4. Ruang Baca Cozy dan Estetis
Rasanya ingin berlama-lama jika sudah berada di ruang baca, sebab tempat duduknya pun nyaman.
Ada berbagai lokasi baca yang dapat dikunjungi di perpustakaan ini mulai dari lantai 3 hingga lantai 24.
Namun, satu lokasi yang jangan sampai dilewatkan adalah lantai 24.
Ruang layanan koleksi budaya nusantara dan eksekutif lounge tersebut mampu memanjakan mata dengan menampilkan pemandangan kota Jakarta dari ketinggian.
"Untuk melihat indahnya Jakarta, bisa mengunjungi lantai 24," ujar Yoyo Yahyono.
5. Ruang Diskusi atau Kerja Kelompok
Konsep perpustakaan ini memang sungguh luar biasa. Anda juga dapat menikmati layanan ruangan khusus untuk diskusi atau kerja kelompok.
Ruang-ruang kaca ini nyaman dengan satu set sofa dan meja.
Tak tanggung-tanggung, pemandangan dari ruang diskusi ini pun menarik, karena Anda bisa melihat Monumen Nasional (Monas) dengan sangat jelas.
Bagaimana tidak, sebab Monas berdiri berseberangan dengan PNRI.
6. Bisa Nonton Film dan Mendengarkan Musik dari Koleksi Perpustakaan
Total keseluruhan koleksi perpustakaan ini sekitar 4 juta-an yang terdiri dari buku, CD, DVD, kaset pita dan karya-karya lainnya.
Di lantai 8 gedung merupakan pusat koleksi audiovisual.
Rak-rak khusus memajang berbagai koleksi film dan musik karya anak bangsa, bahkan mancanegara.
Koleksi film dan musik ini dijajarkan sesuai dengan kategori seperti, dokumenter, horor, drama, komedi dan lain sebagainya.
Film-film lawas pun ada disini, dan pengunjung dapat menikmatinya di area khusus pemutaran film dan kaset.
7. Surganya Anak-anak
Siapa saja dapat mengunjungi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, tak terkecuali anak-anak.
Di sini, anak-anak pun bebas mengeksplor pengetahuannya mulai dari membaca buku, hingga memanfaatkan teknologi.
Di lantai 8 contohnya, anak-anak pun diizinkan untuk mengakses internet di komputer yang tersedia.
Bahkan bisa pula berkreasi secara digital.
Bagaimana? Serukan wisata edukasi di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia? Selain mendapatkan pengetahuan, banyak sisi menarik yang bisa menjadi koleksi foto pribadi Anda. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/perpustakaan-nasional-ri_20171202_163118.jpg)