Kamis, 30 April 2026

Mengenal Perbedaan Prajurit Tradisional Jepang, Mulai dari Samurai Hingga Ninja, Kalau 'Ikko-Ikki'?

Dahulu, Jepang terkenal akan samurai dan ninjanya. Selain itu, kita juga mengenal istilah ronin.

Tayang:
warhistoryonline.com

Namun, mereka jelas merupakan lawan yang tangguh terhadap prajurit-prajurit lain.

4. Ronin

Menjadi samurai bukanlah sekadar menjadi prajurit. Samurai harus tahu dengan jelas posisinya dalam hierarki.

Terkadang, samurai bisa kehilangan posisinya saat tuannya (daimyo) meninggal atau kehilangan kehormatan.

Samurai yang sudah tidak memiliki daimyo ini kemudian disebut ronin.
Secara harfiah, ronin artinya adalah orang yang seperti ombak.

Tanpa kekayaan dan pendapatan tetap, ronin yang miskin biasanya mencari uang dengan menjadi tentara bayaran.

Pada abad ke-15 hingga 16, pekerjaan semacam ini cukup banyak.

Namun di era Jepang sudah mulai maju, pekerjaan seperti ini mulai sulit untuk ditemui.

5. Ninja

Ninja adalah pembunuh bayaran rahasia. Sepanjang sejarah, kisah tentang ninja selalu dipenuhi dengan rumor dan hal-hal yang tidak jelas kebenarannya.

Tidak seperti prajurit-prajurit lain, ninja menggunakan cara-cara licik untuk menghabisi lawan.

Mereka bekerja dalam kegelapan dan tak pernah terjun langsung ke medan perang.

Daimyo Uesugi Kenshin yang meninggal pada 1578 menurut rumor telah dibunuh oleh ninja yang selama berhari-hari bersembunyi dalam toilet.

Ia menunggu waktu yang tepat untuk menyerang musuh di waktu yang tak terduga.

Pakaian ninja biasanya berwarna hitam pada malam hari dan cokelat untuk siang hari.

Sumber: Intisari
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved