Senin, 20 April 2026

Kilas Balik 2017

Dari Konflik Marawi hingga Polemik Yerusalem, Ini 7 Peristiwa Politik Paling Penting Tahun 2017

Sepanjang satu tahun perjalanannya, berbagai peristiwa politik terjadi di seluruh belahan dunia.

Editor: Amalia Husnul A
Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) sebelum pemungutan suara, di markas besar PBB di New York, 21 Desember 2017 - AP 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - 2017 akan segera berakhir.

Sepanjang satu tahun perjalanannya, berbagai peristiwa politik terjadi di seluruh belahan dunia.

Dimulai dari perang yang terjadi di Marawi, Filipina, hingga yang paling baru adalah pengakuan Presiden AS Donald Trump terkait Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Berikut adalah tujuh peristiwa politik terpenting yang terjadi sepanjang 2017.

Mobil militer tampak melewati jalanan yang dihiasi dengan reruntuhan bangunan di Marawi, Filipina. (AFP/Ted Aljibe)
Mobil militer tampak melewati jalanan yang dihiasi dengan reruntuhan bangunan di Marawi, Filipina. (AFP/Ted Aljibe)

1. Pertempuran Marawi (23 Mei 2017)

Pada 23 Mei 2017, dua kelompok teroris di Filipina yang memiliki afiliasi dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), Maute dan Abu Sayyaf, menyerang area Basak Malutlut.

Mereka menduduki Rumah Sakit Amai Pakpak dan Dinas Kesehatan Filipina di Marawi.

Akibat serangan teroris, Presiden Rodrigo Duterte memberlakukan darurat militer di seluruh wilayah Mindanao yang berpenduduk 20 juta jiwa tersebut.

Akhirnya, setelah lima bulan lamanya baku tembak, dengan jumlah korban mencapai 1.100 orang, Duterte menyatakan Marawi telah sepenuhnya bebas dari teroris.

Namun, dia mengaku khawatir jika kelompok teroris bakal kembali menyusun kekuatan.

Baca: Akibat Polemik Yerusalem, Penyanyi Cantik Lorde Batalkan Konsernya di Israel

Karena itu, dia meminta Kongres Filipina menyetujui perpanjangan masa darurat militer hingga 31 Desember 2018.

Kalangan oposisi khawatir jika aksi politik Duterte bakal membuat Filipina kembali jatuh ke bawah kediktatoran seperti era Ferdinand Marcos.


Seorang prajurit SDF mengibarkan bendera pasukannya di bundaran Al-Naim di kota Raqqa yang direbut dari tangan ISIS pada Selasa (17/20/2017).
Seorang prajurit SDF mengibarkan bendera pasukannya di bundaran Al-Naim di kota Raqqa yang direbut dari tangan ISIS pada Selasa (17/20/2017).(BULENT KILIC / AFP )

2. Jatuhnya Kekhalifahan ISIS (21 Juni dan 17 Oktober 2017)

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved