Waspada KLB Difteri
Bahaya! Di Ibukota Provinsi Ini Sudah Terdapat 18 Pasien Difteri
Ke-18 pasien tersebut adalah gabungan dari seluruh pasien yang ada sejak awal pertama kalinya pasien difteri dirawat.
Baca: Mulan Jameela Unggah Foto Dhani Lagi Shalat, Eh Netter Salfok Sama Gundukan, Apaan Tuh?
Baca: Meghan Markle Jadi Ikon Mode Nih, Jumper yang Dikenakannya Ludes dalam Sekejap!
Bakteri penyebab difteri mengeluarkan racun yang menyebabkan kelumpuhan susunan syaraf tepi dan pusat, serta gagal ginjal.
Kematian dapat terjadi karena sumbatan jalan nafas, akibat lapisan tebal di tenggorokan.
Hal ini ditandai gejala berupa demam hingga 38 derajat celcius, munculnya pseudomembran di tenggorokan, sakit waktu menelan, serta leher membengkak seperti leher sapi akibat pembengkakan kelenjar getah bening di leher.
Selain itu terjadi pula sesak napas disertai suara mendengkur. (*)
Penularan Difteri
1. Percikan ludah yang keluar saat batuk atau bersin
2. Kontak langsung dengan permukaan kulit atau luka terbuka
3. Kontak dengan benda-benda yang terkena kuman Difteri (pakaian, mainan, dll).
Gejala
1. Demam lebih kurang 38 derajat Celcius
2. Adanya selaput berwarna putih keabuan yang tak mudah lepas di tenggorokan.
3. Hidung berair
4. Bengkak di area leher
5.Nyeri saat menelan
6. Kesulitan bernapas. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/difteri_20180112_182808.jpg)