Rabu, 15 April 2026

Nakula Gagalkan Penyelundupan Sparepart Alat Berat dari China

Pria yang akrab disapa Latif itu mengatakan, dari hasil pemeriksaan ini pihaknya menetapkan dua nakhoda kapal sebagai tersangka.

Penulis: Junisah |
TRIBUN KALTIM / JUNISAH
Direktur Polair Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Pol Lotharia Latif bersama pejabat TNI AL dan Bea dan Cukai melihat barang-barang impor dari China yang diselundupkan di atas tongkang, Kamis (18/1/2018) 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Kapal Nakula yang merupakan kapal patroli Polri berhasil mengagalkan penyelundupan barang-barang impor yang dibawa oleh dua kapal tungboat masing-masing Dolphin dan Alexander dengan menggunakan tongkang.

Keberhasilan tim satgas 115 dan lunduk ini bermula ketika tim satgas berpatroli menggunakan kapal Nakula pada pukul 24.00 Wita, Sabtu (6/1/2018).  

Ketika melintasi perairan Desa Muara Batu Pasir Tanjung Selor Kabupaten Bulungan, petugas melihat ada dua kapal tungboat yang menarik tongkang yang membawa barang-barang.

Baca juga:

Yang Mau Jadi Pendamping Desa di Kaltim, Ayo Buruan Mendaftar, Ada 131 Lowongan

KSOP Utus Pegawai Cari Informasi Penyebab Kandasnya KM Bintang Timur di Pelabuhan KTT

Cristian Gonzales Datang, Inilah Tiga Ujung Tombak Baru Madura United

Resmi Jadi Mensos, Ini Tujuh Fakta Menarik Idrus Marham; Figur Doktor yang Lama Malajang

Ada Masalah Keluarga, Ibu dan Anak Naik Gojek Malam Hari, Sikap Sang Driver Bikin Terharu

Ronaldinho Gantung Sepatu, Lionel Messi: Sepakbola Tak Bakal Lupakan Senyuman Anda

Pada saat dilakukan pemeriksaan, kedua nahkoda kapal tungboat Dolphin dan Alexander tidak melengkapi dokumen-dokumenya, baik itu dokumen pelayaran dan dokumen barang-barang.

Tentunya ini melanggar undang-undang kepebaenan.

Barang-barang yang ada di dalam Tongkang berasal dari China ini berisikan masing-masing 2 unit ranger boat, 5 unit kontainer berisikan sparepart alat-alat berat, ratusan gas astiline, alat kincir diduga untuk peralatan tambang emas, hingga ada beberapa buah kipas kapal (spiner) ukuran besar.

Direktur Polair Korpolairud Baharkam Polri  Brigjen Pol Lotharia Latif mengungkapkan, setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata barang-barang yang ada di dalam tongkang dan ditarik dua kapal tugboat ini merupakan barang-barang impor yang  dibawa dari Shanghai China.

“Tentunya keberhasilan ini semua berkat kerja sama antara TNI Angkatan Laut, Bea dan Cukai. Kami melakukan patroli ini, karena dapat perintah dari pimpinan, bahwa Kaltara ini salah satu daerah khusus yang menjadi atensi bagi kita. Sebab Kaltara ini merupakan jalur beredar barang- barang yang memiliki nilai ekonomis dan masalah narkoba,” ujarnya, di acara jumpa pers, Kamis (18/1/2018) di atas kapal.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved