Pilgub Kaltim 2018
Tak Bisa Intens Dampingi Suami Sosialisasi, Ini Ungkapan Neni Moerniaeni
Langkah politik Andi Sofyan Hasdam mengikuti Pemilihan Gubenur dan Wakil Gubernur Kaltim sejatinya bukan hal yang luar biasa
TRIBUNKALTIM.CO - Langkah politik Andi Sofyan Hasdam mengikuti Pemilihan Gubenur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kaltim sejatinya bukan hal yang luar biasa bagi keluarga besar Sofyan Hasdam.
Sebagai mantan Walikota Bontang dua periode, ditetapkannya Sofyan Hasdam sebagai bakal Cagub Kaltim berpasangan dengan Nursyirwan sebagai hal lumrah dan sudah sewajarnya.
Kesan ini secara lugas disampaikan sang istri Neni Moerniaeni saat dihubungi Tribun, Rabu (24/1) kemarin.
Baca: Tokoh-tokoh Nasional Ikut Jadi Jurkam, Pengamat: Kenalkan Paslon Lewat Brand
"Saya kira tidak ada yang luar biasa soal pencalonan Bapak (Sofyan Hasdam) sebagai cagub Kaltim. Jalan hidupnya memang di politik, pernah jadi Walikota Bontang dua periode. Pengurus inti Partai Golkar dan pemimpin berbagai organisasi kemasyarakatan. Jadi saya kira wajar kalau diamanahkan jadi cagub," ujar Neni Moerniaeni.
Menurut Walikota Bontang ini, kiprah suaminya memang tidak bisa dipisahkan dari urusan sosial, politik, dan masyarakat. Sejak duduk di bangku kuliah, Sofyan Hasdam muda sudah menggeluti dunia organisasi. Tidak terhitung jumlah organisasi yang pernah mendapat sentuhan kepemimpinan Sofyan Hasdam.
Sebut saja, Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Kaltim, Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kaltim, mantan anggota DPRD Kaltim, dan terakhir menjabat Walikota Bontang dua periode. Perjalanan hidup yang panjang sudah cukup menjadi pelajaran bagi keluarga besar Sofyan Hasdam tatkala memutuskan maju sebagai calon Gubernur Kaltim 2018-2023.
Baca: KPU: Media Publikasi Harus Adil Beritakan Semua Pasangan Calon
Baca: Prediksi Peta Perolehan Suara Pilgub Kaltim, Pengamat: Tak Ada Paslon Dominan
"Jadi bukan cuma saya, tapi anak-anak dan seluruh keluarga juga paham bahwa jalan hidup Bapak memang untuk mengabdikan ilmu yang dimiliki bagi kemajuan masyarakat," papar Neni.
Sebagai seorang istri, Neni pun berharap ilmu dan kemampuan suaminya bisa bermanfaat bagi kemajuan Kaltim. Sangat disayangkan jika gagasan dan visi yang telah ditorehkan Sofyan Hasdam di sejumlah bukunya tidak diwujudkan dalam pemerintahan.
"Air mata saya keluar, lihat Bapak menulis visi-misi sendiri. Saya hanya bisa berdoa, mudahan usaha dan niat baik bapak diijabah Allah SWT," tuturnya.
Baca: Di Nunukan, Amat Ardi Residivis Kembali Beraksi Sikat 6 Ponsel dari 5 Rumah
Pun demikian, berbeda dengan istri pasangan calon gubernur dan wakil gubernur lain yang bisa intens mendampingi suaminya selama proses sosialisasi dan kampanye. Neni sendiri mengaku tidak bisa mengikuti safari politik yang dilakukan pasangan An-Nur. Sebagai Walikota Bontang, ibu tiga anak ini tetap berkomitmen menjalankan tugas utamanya di Bontang.
Konsekuensi logis yang mesti diterima tentu saja waktu berkumpul dengan suami dan keluarga semakin minim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/walikota-neni_20171115_234318.jpg)