Kamis, 9 April 2026

Dipacari Pria yang Mengaku Polisi, Mahasiswi Ini Dirayu Buat Video Call Telanjang, Akhirnya. . .

Dwi menyaru sebagai anggota Kepolisian melalui akun instagram dan mengajak Mawar untuk melakukan video call melalui aplikasi chat berbasis online.

Editor: Amalia Husnul A
Boldsky
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO, YOGYAKARTA - Seorang pria bernama Dwi Haryanto (35), warga Ngawi, Jawa Timur (Jatim) diringkus jajaran unit reskrim Polsek Depok Barat beberapa hari lalu di sekitaran kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta.

Penangkapan itu dilakukan usai petugas mendapat laporan terkait penipuan yang dilakukan oleh Dwi kepada seorang mahasiswi, sebut saja Mawar (20), warga Klaten, Jawa Tengah.

Adapun dalam penipuan yang dilakukannya, Dwi menyaru sebagai anggota Kepolisian melalui akun instagram dan mengajak Mawar untuk melakukan video call melalui aplikasi chat berbasis online.

Bahkan, usai melakukan video call Dwi me-screenshot adegan saat korban telanjang dada dan menggunakannya untuk memeras Mawar guna memperoleh keuntungan.

Kapolsek Depok Barat, Polres Sleman, Polda DIY, Komisaris Polisi (Kompol) Sukirin Hariyanto mengatakan, kejadian tersebut bermula saat Dwi membeli satu smartphone di daerah asalnya.

Baca: Busyet Dah, Kali Ini Foto Pramugari Cantik yang Diunggah Andika, Netter: Pakai Jaran Goyang Nih

Baca: Nyanyinya Fals, Maia Estianty Dikritik Tak Pantas Jadi Juri Indonesian Idol, Begini Jawabannya

Ketika membuka smartphone tersebut, Dwi mendapati akun instagram pada smartphone yang dibelinya belum di log out.
Karena hal itulah muncul niat jahatnya untuk menggunakan akun instagram tersebut guna mendapatkan wanita yang diincarnya.
"Pelaku pakai akun instagram yang di HP-nya itu, akunnya itu isinya foto anggota Brimob. Karena itu sama dia dipakai untuk mengirim direct message (DM) ke cewek-cewek, direspon korban dan berlanjut di aplikasi chat online. Foto di instagramnya palsu, namanya juga palsu," katanya, Selasa (6/2/2018).
Sambung Kapolsek, usai lama berhubungan via chat dengan Mawar, pelaku lantas memacari Mawar meski keduanya belum pernah bertemu.
Alhasil dalam suatu kesempatan, pelaku melakukan video call dengan Mawar dan meminta mawar untuk memperlihatkan payudaranya kepada pelaku.

Baca: Menang Telak 6-0, Bayern Muenchen ke Semifinal

Baca: Inilah Jadwal Baru Semifinal Piala Presiden 2018!

Karena merasa percaya dengan pacarnya, lantas Mawar menuruti keinginan Dwi tersebut.
"Karena LDR, maka pelaku video call dengan korban tapi muka pelaku tak terlihat karena alasannya kamera depannya rusak padahal ditutupi plester, bahkan pelaku kirim skrinsut kalau kameranya rusak.
Karena percaya maka keduanya akhirnya video call-an dan saat diminta topless korban menurutinya," ujarnya.
Selang beberapa hari setelah melakukan video call itu, Dwi mengirimkan gambar screenshot video call kepada Mawar.
Bahkan, pelaku juga mengajak Mawar untuk berhubungan intim, dan bila tidak mau menuruti maka gambar screenshotan tersebut akan disebarkannya.

Baca: Menuju PPU Baru, Modern dan Religius, AGM Tetap Utamakan Bidang Kesehatan

Baca: Marion Jola Disebut Pertama, Berikut 10 Kontestan Indonesian Idol yang Lolos

"Korban tidak sadar kalau video callnya dengan pelaku di screenshoot dan dijadikan bahan pelaku untuk mengancam korban. Pelaku juga minta berhubungan intim dan minta uang Rp 2 juta pada korban, kalau tidak dituruti akan disebarkannya," ulasnya.
Dilanjutkan oleh Kanit Reskrim Polsek Depok Barat, Iptu Irwan bahwa setelah mengancam Mawar, tiba-tiba Mawar dihubungi seseorang yang mengaku atasan pelaku.
Mawar yang begitu polos langsung mempercayainya juga dan berujung dengan mengajak Mawar untuk bertemu di Yogyakarta usai menyelesaikan masalah tersebut.
"Tersangka ini meranin polisi dan kanit, yang kedua ngakunya berpangkat AKP dan chat korban kalau akan membantu menyelesaikan masalah yang dibuat anggotanya itu. Jadi tersangka jadi 2 orang yang berbeda dengan satu tujuan untuk mendapatkan korban," katanya.

Baca: Dapat Pujian dari Maia dan BCL di Penampilan Terakhir, Ternyata Withney Harus Berhenti di 11 Besar

Baca: Biar tak Cepat Lelah saat Berolahraga, Ngopi Dulu Yuk. . .

Lanjutnya, Mawar merasa curiga dengan bahasa chat yang digunakan pelaku saat menyaru sebagai Kanit berpangkat AKP.
Karena itulah Mawar melaporkannya kepada pihaknya dan berujung dengan penangkapan terhadap Dwi.
"Setelah korban curiga lalu lapor kami, pelaku dipancing untuk ketemuan di Malioboro dan akhirnya kita tangkap beberapa hari lalu. Dari keterangan yang diperoleh, pelaku ini kenal korban bulan Oktober dan bulan November sampai Desember pacaran jarak jauh," ujarnya.
Tak hanya menangkap pelaku, pihaknya juga menyita barang bukti dari tangan pelaku berupa smartphone yang digunakannya, sebuah headset dan baju yang dipakai korban saat melakukan video call.
Saat dimintai keterangan pihaknya, korban mengaku sudah kerap melakukan penipuan tersebut.

Baca: Juri Anggap Penampilan Chandra Mengecewakan, Penggemar Kontestan Idol Asal Kaltim Ini Deg-degan

Baca: SBY Kecewa: Dia Dibully Saya Bilang Jangan Ikut-ikutan, Tapi Tampaknya Air Susu Dibalas Air Tuba

"Pelaku ini sudah menipu beberapa wanita di Jatim, kalau di Jogja baru korban ini. Semuanya juga diajak video call-an dan berakhir dengan pengancaman dari pelaku. Pelaku kita jerat dengan Pasal 35 KUHP Undang-undang 44 tahun 2008 tentang pornografi, hukumannya 12 tahun penjara," ujarnya.
Tak lupa, ia juga mengimbau kepada masyarakat khusunya kaum hawa agar tak langsung percaya kepada orang yang baru dikenalnya.
Apalagi mau dipacari jarak jauh tanpa pernah mengetahui wajah asli dari orang tersebut.
"Untuk para perempuan hati-hati kalau baru kenal sama orang asing, harus ditelisik dulu siapa dia untuk mencegah kejadian serupa terjadi," pungkasnya.
Dwi saat berada di Mapolsek Depok Barat, Sleman.
Dwi saat berada di Mapolsek Depok Barat, Sleman. (KOMPAS.com/Wijaya Kusuma)
(TRIBUNJOGJA.COM/Pradito Rida Pertana)
Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved