RSUD Nunukan Belum Terima Pembayaran Pemeriksaan Calon TKI
Dia mengatakan, pembayaran tersebut untuk biaya pemeriksaan lima jenis penyakit, yaitu TBC, malaria, hepatitis, HIV, dan penyakit kelamin.
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru
TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan sudah dua tahun belakangan ini belum menerima pembayaran atas pemeriksaan Calon Tenaga Kerja Indonesai (CTKI).
Padahal biaya pemeriksaan yang besarnya mencapai sekitar Rp 700.000 per CTKI itu sudah termasuk ongkos yang harus dibayarkan saat mengurus dokumen di Layanan Terpadu Sentra Poros Perbatasan (LTSP).
Direktur RSUD Nunukan, dr Dulman SPOG mengatakan, pihaknya belum menerima pembayaran sejak tahun 2016 lalu.
“Tagihannya sebesar Rp 460 juta,” ujarnya.
Dia mengatakan, pembayaran tersebut untuk biaya pemeriksaan lima jenis penyakit, yaitu TBC, malaria, hepatitis, HIV, dan penyakit kelamin.
“Lima poin tersebut cukup penting dalam cek kesehatan. Disamping cek jantung, paru paru, tekanan darah dan kehamilan bagi perempuan,” ujarnya.
Saat cek ini, semua CTKI harus lolos kesehatan sebelum diberangkatkan ke Malaysia.
Baca juga:
Kartika Putri Hapus Semua Fotonya yang Tak Berhijab di IG, Netizen Ramai Doakan Agar Istiqomah
Simak, Begini Kronologi Penemuan 1 Ton Sabu-sabu di Kapal Berbendera Singapura
Resmi Bergabung dengan Klub Malaysia, Begini Unggahan Andik Vermansah
Dulman menyebutkan, untuk memeriksakan kesehatannya, setiap CTKI membayar langsung ke LTSP yang berkantor di Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Kabupaten Nunukan.
“Nanti BP3TKI yang bayar ke kami. Tidak langsung," ujarnya.
Meskipun sudah seringkali menyampaikan tagihan, pihak RSUD Nunukan hingga kini belum juga menerima pembayaran dari BP3TKI Kabupaten Nunukan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/tki-di-pelabuhan-tunon-taka_20170617_142241.jpg)