Sebelum Tenggelam, Andi Sempat Peluk Ibunya, Ini Kisah Harunya
Duka menyelimuti keluarga korban tenggelam di Sungai Karang Mumus, Jalan Betapus, RT 24, Sempaja Utara, Samarinda, Kalimantan Timur.
Penulis: Christoper Desmawangga |
Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Duka menyelimuti keluarga korban tenggelam di Sungai Karang Mumus (SKM), Jalan Betapus, RT 24, Sempaja Utara, Samarinda, Kalimantan Timur.
Tampak, ibu korban tak dapat menahan tangisnya saat berada di sekitar lokasi korban tenggelam.
Kendati demikian, ayah korban tampak tegar dengan turut serta melakukan pencarian.
Ponijan (54) ayah korban menjelaskan, korban merupakan anak pertama dari dua bersaudara.
Sehari hari korban ikut kerja bersama dirinya, di proyek pembangunan.
Namun, hari ini (13/2) korban tidak ikut dirinya untuk bekerja.
Baca: Dua Anak Ditemukan Telantar di Nunukan, Ditanya Cuma Jawab Lapar
Korban dinilai sebagai anak yang memiliki banyak teman, kendati memiliki fisik yang tidak sempurna, namun korban diketahui mudah bergaul.
"Punya banyak teman, mudah bergaul. Setahu saya dia suka main ponsel, ya tidak tahu juga apa yang mainkan," ucapnya, Selasa (13/2/2018).
Dia menceritakan, malam sebelum kejadian, dirinya tidak ada firasat maupun tanda-tanda.
Dia pun terakhir kali melihat anaknya tersebut, pada pagi hari, sebelum dirinya berangkat kerja.
Baca: BREAKING NEWS - Asyik Selfie di Bawah Jembatan, Pemuda Ini Hanyut di Sungai Karang Mumus
"Tidak ada tanda-tanda atau firasat, pagi saja saya lihat, dia masih tidur," tuturnya.
Kendati demikian, kejanggalan terjadi saat korban hendak jalan bersama teman-temannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/jalan-padat-karya_20180213_195028.jpg)