Kisah Inspiratif
Mengajar di Thailand, Wanita Asal Samarinda Ini Terpilih Jadi The Best Populer Teacher
Warga Kalimantan Timur, khususnya Samarinda patut berbangga dengan wanita berusia 18 tahun, bernama Rizki Amelia.
Penulis: Christoper Desmawangga |
Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Warga Kalimantan Timur, khususnya Samarinda patut berbangga dengan wanita berusia 18 tahun, bernama Rizki Amelia.
Pasalnya, wanita yang tinggal di Bukuan, Samarinda itu mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional, melalui pertukaran pengajar di Thailand.
Bahkan, Amel panggilan akrabnya terpilih menjadi pengajar favorit, The Best Populer Teacher 2018, yang dipilih oleh lembaga yang menaungi kegiatan pertukaran pengajar tersebut, dan warga di sana.
Baca: Sukses Cetak Gol Ke-100 di Liga Champions, Bravo Ronaldo!
Bersama 40 mahasiswa lainnya dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, Amel yang merupakan mahasiswa Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman, melakukan pengabdiannya selama kurang lebih 2 minggu, di Tarbiyatul Wathoniyah School, Provinsi Yala, sedangkan mahasiswa lainnya bertugas di tiga provinsi lainnya, yakni Songkhla, Pattani dan Narathiwat.
Selama disana, Amel mengajar bahasa Arab, bahasa Inggris, bahasa Melayu, huruf Jawi dan Hadist.
Selain itu, dirinya juga turut serta melatih ekstrakurikuler, seperti pidato tiga bahasa, membaca puisi, hingga Nasyid.
Amel menjelaskan, kendati belum terlalu fasih menggunakan bahasa Thailand, namun dirinya yakin apa yang disampaikannya kepada murid-murid disana tersampaikan dengan baik.
"Bisa bahasa Thailand, tapi tidak lancar, terlebih mereka disana menggunakan bahasa Melayu Patani, dan bahasa Thailand, jadi Amel gunakan kedua bahasa itu untuk berkomunikasi," ucap wanita yang bercita-cita ingin jadi Kepala Daerah itu, Kamis (15/2/2018).
Baca: Menteri Susi Berenang Bersama Hiu Tutul, Ini Pesannya kepada Nelayan
Tak hanya mengajar saja, namun Amel dan delegasi lainnya juga bersosialisasi dengan masyarakat sekitar tempat mereka mengajar, dan respon masyarakat di sana sangat baik dengan kedatangan pengajar muda asal Indonesia.
"Mereka sangat welcome sekali, bahkan mereka sampai antri mengajak kami untuk ke rumah mereka, untuk sekedar makan bersama, saya betah berada di sana," tuturnya.
"Soal makanan, biasanya saya bisa makan nasi goreng Pataya, dan Krawinci, seperti tahu tek, suka dengan makanan di sana, tapi tidak ada yang bisa kalahkan masakan Indonesia," tambahnya.
Bahkan, saking antusiasnya murid-murid di sana, dalam sehari Amel bisa mengajar 3-8 kelas sehari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/rizki-amelia_20180215_095553.jpg)