Sabtu, 2 Mei 2026

Dipakai Banyak Orang, Ternyata Instagram Media Sosial Paling Buruk bagi Kesehatan Mental

Semakin sering orang muda membuka media sosial, makin besar pula mereka merasa depresi dan cemas.

Tayang:
Editor: Syaiful Syafar
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO - Instagram, aplikasi untuk berbagi foto, dianggap sebagai media sosial yang paling buruk bagi kesehatan mental dan jiwa.

Begitu kesimpulan survei terhadap 1.500 remaja dan orang dewasa muda di Inggris.

Walau media sosial ini banyak disukai karena bisa menjadi platform untuk menampilkan ekspresi diri, namun Instagram juga berkaitan dengan tingkat kecemasan yang tinggi, depresi, bullying, dan FoMO (Fear of Missing Out) alias fobia ketinggalan berita di jejaring sosial.

Baca: Ulas Aturan Keprotokoleran, Fahri Hamzah: Maju ke Panggung Bukan Seenaknya Kalian!

Dari lima media sosial yang dimasukkan dalam survei ini, YouTube mendapat nilai tertinggi untuk kesehatan dan kesejahteraan mental.

Aplikasi berbagi video ini juga satu-satunya yang mendapat nilai positif dari para responden.

Twitter berada di urutan kedua, diikuti oleh Facebook, kemudian Snapchat, dan terakhir Instagram.

Simak: VIDEO - Wanita Ini Diminta Keluar dari Pesawat usai Marah-marah Tak Ingin Duduk Dekat Bayi

Suvei #StatusOfMinde yang dipublikasikan oleh United Kingdom's Royal Society for Public Health ini melibatkan masukan dari 1.479 orang muda (usia 14-25) dari seluruh Inggris Raya.

Survei dilakukan pada Februari - Mei 2017.

Para responden menjawab pertanyaan tentang perbedaan dari pengaruh sosial media pada 14 isu yang terkait dengan kesehatan fisik dan mental.

Baca: Resep Gila Diana Ringgo Kecilkan Pinggang Usai Melahirkan Anak Kembar, Lihat Transformasinya!

Tak dipungkiri ada beberapa manfaat dari jejaring sosial.

Hampir semua media sosial itu mendapat nilai positif dalam hal menunjukkan ekspresi diri, identitas diri, membangun komunitas, dan juga dukungan emosional.

YouTube juga mendapat nilai tinggi untuk memberi kesadaran pada banyak orang mengenai pengalaman menyehatkan karena mampu menyediakan akses pada informasi kesehatan terpercaya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved