Kamis, 16 April 2026

Logistik Menipis, Didrop dari Helikopter Malah Jatuh di Wilayah Malaysia

“Makanya mereka takut ambil logistik. Kebetulan gilirannya saat itu tidak ada heli Malaysia,” ujarnya.

HO
Suplai logistik melalui helikopter kepada Personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia- Malaysia Batalyon Infanteri 621/Manuntung saat melakukan patroli di blank post area. 

Untuk meyakinkan, Rio juga sempat menanyakan kepada pilot, apakah lokasi tempat mendrop logistik tidak berada di Malaysia?

“Saya tanya, capt kita naroh logistik di Indonesia atau Malaysia? Dia bilang di Indonesia,” ujarnya.

Saat helikopter landing di Tarakan, ada telepon masuk. Saat itu, personel di lapangan memberikan koordinat.

“Waktu dalam perjalanan tidak dapat sinyal. Kebetulan di Tarakan ada staf logistik dia yang menerima SMS.  Karena mereka ini tidak selalu hidup teleponnya. Mereka yang selalu menghubungi kita,” ujarnya.

Sesampainya di Tarakan, Rio kembali ingin memastikan, berada di posisi mana anggotanya?

“Saya bilang capt, coba lihat koordinat dari posisi anggota saya. Ternyata masuk Malaysia sampai satu kilometer. Makanya saya sempat berfikir, kok ini agar terang? Agak terbuka? Tidak mungkin,” ujarnya.

Kepanikanpun terjadi saat itu. Rio harus menelpon Komandan Korem untuk melaporkan kejadian dimaksud.

“Danrem menyampaikan kepada  perwakilan Askar Malaysia. Terjadi pembicaraan army to army. Saya juga ditelepon terus, ditanyai pimpinannya siapa? Ditanya terus, beberapa menit ada lagi telepon,” katanya.

Saat pembicaraan dengan Tentara Diraja Malaysia sudah clear, anggota yang sedang patroli ternyata belum diberikan kabar soal itu.

Mereka pun harus berupaya secepatnya mengambil logistik yang berada di Malaysia untuk menghindari Tentara Diraja Malaysia yang juga sedang bertugas di perbatasan.

“Ketika mereka mau mengambil logistik, loh ini kok ke arah utara? Mereka menyadari ini di Malaysia. Akhirnya mereka bergerak cepat menghindari Tentara Malaysia,” ujarnya.

Kekhawatiran mereka itu tentunya sangat beralasan. Sebab, saat baru berangkat misi mereka sudah diikuti Tentara Diraja Malaysia.

Belum lagi helikopter Malaysia yang terus mengintai mereka hingga hari kesepuluh patroli.

“Makanya mereka takut ambil logistik. Kebetulan gilirannya saat itu tidak ada heli Malaysia,” ujarnya.

Berhasil mendapatkan logistik yang didrop melalui udara, bukan berarti persoalan selesai.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved