Perompakan Kapal Batu Bara, Pelaku Ancam Awak Kapal lalu Mengikatnya
Barmawi mengalami luka akibat sabetan senjata tajam sedang tidur. Ketika pelaku mendekatinya, Barmawi memberikan perlawanan.
TRIBUNKALTIM.CO, KARIMUN - Kapal tugboat yang selesai bongkar muatan batu bara di Malaysia diawaki 11 orang. Mereka adalah Fikri Hasan selaku nakhoda, Muhammad Agus selaki mualim, Samsul Bahri selaki KKM, Rustam Efendi, Edi Kliwon, Sardin, Miko, Maulana, Riski, Barmawi dan Wahyu.
Barmawi yang mengalami luka akibat sabetan senjata tajam (yang diketahui berupa parang) sedang tidur. Ketika pelaku mendekatinya, Barmawi bangun dan memberikan perlawanan.
"Infonya korban awalnya tidur. Ia terbangun dan melakukan perlawanan," ujar seorang sumber tribun, Sabtu (24/2).
Baca: Perompak Serang Kapal Batu Bara, Juru Mudi Kapal Luka Parah, Ini Kronologinya
Pelaku diketahui berjumlah empat orang dan menggunakan perahu mendekati KM Mitra Samudera. Mereka menggunakan penutup wajah saat beraksi. Tiga orang masuk dan satu lainnya berada di perahu.
Diatas tugboat ketiga pelaku langsung menodongkan parang di leher juru mudi. Beberapa awak tugboat diikat di anjungan. Seorang pelaku menunggu di anjungan. Sementara dua lainnya orang lainya turun ke dalam badan tugboat.
Baca: Belum Nikah di Usia 52 Tahun, Salman Khan Akhirnya Ungkap Alasan Mengejutkan
Setelah mengetuk pintu, para awak ditodong kemudain diikat dan dikumpulkan di kamar ABK bagian bawah. Barmawi yang melakukan perlawanan mendapatkan beberapa luka di tubuhnya.
Diketahui para pelaku mengambil satu unit GPS, satu unit radio sembilan ponsel unit ponsel dan uang tunai sebanyak Rp 2.400.000. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/peraompakan_20180225_000548.jpg)