Waspada KLB Difteri

Status KLB Difteri di Samarinda Sudah Layak Dicabut, Ini Alasannya

Hingga saat ini, status Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri di Kota Samarinda belum kunjung dicabut.

Status KLB Difteri di Samarinda Sudah Layak Dicabut, Ini Alasannya
TRIBUN KALTIM/DOAN PARDEDE
Kepala Seksi Surveilance dan Imunisasi Dinkes Kota Samarinda, Osa Rafshodia. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Hingga saat ini, status Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri di Kota Samarinda belum kunjung dicabut.

Status KLB ini sendiri ditetapkan sejak 15 Januari 2018 lalu.

Berkaitan dengan status KLB tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda menggencarkan pemberian vaksin melalui Gerakan Imunisasi Cegah Difteri (GICD) di posyandu dan sekolah-sekolah.

Kepala Seksi Surveilance dan Imunisasi Dinkes Kota Samarinda, Osa Rafshodia di ruangannya, Senin (26/2/2018) mengatakan, secara teknis, status KLB sebenarnya sudah bisa dicabut.

Baca: Asyik, Para Nelayan Ditraktir Makan Menteri Susi Usai Kalahkan Sandiaga di Festival Danau Sunter

Dijelaskannya, salah satu syarat status KLB difteri bisa dicabut adalah sudah tidak ada lagi temuan kasus baru dalam rentang waktu yang cukup lama.

"Kasus terakhir kita itu kan awal Februari, jadi sudah lama. Awal Maret nanti, berarti sudah 1 bulan nggak ada kasus. Sebenarnya sudah bisa dicabut. Tapi ini kita masih rapat lagilah, kapan bisa dicabut," ujar Osa.

Baca: Pemprov Kaltim Sulit Cari Investor, Aset Senilai Rp 25,3 Triliun Belum Dikelola Maksimal!

Dan walau status KLB difteri sudah dicabut, jelas Osa, pemberian vaksin kepada seluruh warga yang menjadi target tetap akan dilanjutkan.

Baca: Dibangun Ratusan Miliar, Gedung-gedung Milik Pemprov Kaltim Belum Ada yang Setor PAD

"Jadi walau KLB dicabut, pemberian vaksin terus berjalan sampai selesai," katanya. (*)

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved