Beredar Petisi Penolakan Pengiriman Hiu Paus Berau ke Ancol, Ini Tuntutannya
Salah satu item dari MoU tersebut adalah pengiriman hiu paus (Rhincodon typus) dari perairan Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
TRIBUNKALTIM.CO - Forum Pemuda Bahari dan Perkumpulan Lintas Alam Borneo menyatakan keprihatinan terkait translokasi hiu paus ke lokasi yang bukan habitat aslinya.
Hal ini menyusul penandatanganan MoU antara Pemerintah Kabupaten Berau dengan PT Taman Impian Jaya Ancol, tentang kerja sama pendidikan konservasi biota laut di wahana pendidikan di Sea World Ancol, Jakarta.
Salah satu item dari MoU tersebut adalah pengiriman hiu paus (Rhincodon typus) dari perairan Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Petisi penolakan kini tersebar melalui aplikasi pesan instan WhatsApp.
Baca: Alamak! Ada Pisang Goreng Mantan Berwarna Hitam Pekat, Cara Buatnya Bikin Kamu Elus Dada
Baca: Ekstrem, Metode Pengecatan Helm Ini Benar-benar Bikin Geleng Kepala, Awas Pusing!
Forum Pemuda Bahari dan Perkumpulan Lintas Alam Borneo menilai pendidikan konservasi itu penting, namun dapat diselenggarakan tanpa menempatkan satwa dalam risiko.
Hiu paus adalah satwa yang sudah dilindungi undang-undang Indonesia.
Alasan sudah dilindunginya satwa air ini adalah karena tingkat reproduksinya yang sangat rendah, dan di alam hiu paus juga mengalami banyak tantangan, antara lain gangguan sampingan dari aktivitas pariwisata.
Hiu paus diketahui tidak berbahaya bagi manusia. Meski bertubuh besar, hiu paus adalah hewan laut yang jinak dan kadang-kadang membiarkan para penyelam menungganginya, dan ini tidak dibenarkan dalam kaidah konservasi.
"Hiu paus merupakan hewan air yang melakukan migrasi, kami khawatir spesies ini akan mengalami stres yang berkepanjangan," ujar Krisna, Ketua Perkumpulan Lintas Alam Borneo, melalui petisi yang diterima TribunKaltim.co, Minggu (11/3/2018).
Baca: 10 Pose Narsis Ini Diambil Saat Hal Tragis, Bukannya Disukai Malah Bikin Geram Banyak Orang!
Dirinya juga mengungkapkan bahwa perlakuan terhadap hiu paus yang semestinya adalah dengan cara membiarkan hiu paus lestari di habitat asli mereka.
Krisna juga mengatakan bahwa gagasan untuk mengembangkan wisata konservasi satwa laut yang dikembangkan di PT Taman Impian Jaya Ancol, justru agak kurang tepat.
Asumsi sederhananya, jika para pengunjung sudah menyaksikan keunikan satwa tersebut di Ancol, maka serta merta para wisatawan tersebut tidak tertarik lagi untuk datang ke Berau, dikarenakan biaya akomodasi dan transportasi ke Jakarta lebih terjangkau dan lebih mudah untuk diakses.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/hiu-paus_20171015_093154.jpg)