Terluas Se-Indonesia, Ragam Koleksi Kebun Raya Balikpapan Punya Segudang Manfaat!
Selama ini masyarakat mengenal Balikpapan sebagai kota minyak. Kesan ini terpancar meluas ke seluruh Indonesia.
Penulis: Budi Susilo |
Kehadiran Kebun Raya Balikpapan menjembatani masyarakat pecinta lingkungan bagi anak-anak usai dini untuk mengenal kekayaan biota fauna yang tumbuh berkembang di Pulau Kalimantan. Kebun ini terbuka bagi masyarakat umum saat di tahun 2008.
“Kami mengklaim sebagai pusatnya konservasi tanaman asal Kalimantan,” ujar Lani.
Semua tanaman yang disuguhkan dalam Kebun Raya Balikpapan paling banyak jenis-jenis tumbuhan vegetasi hijau yang berasal dari bumi Kalimantan.
Bagi siapa saja, kata Lani, yang ingin mengetahui secara langsung bentuk fisik tanaman khas Kalimantan bisa mendatangi Kebun Raya Balikpapan.
“Kita tidak perlu lagi harus jauh-jauh mendatangi hutan belantara. Tidak harus lagi masuk ke dalam hutan untuk melihat pohon-pohon khas Kalimantan. Datang kesini, sudah bisa lihat,” tuturnya.
Sampai kini, kebun raya hanya menyimpan tanaman khas Kalimantan
. Tanaman dikoleksi dimulai dari bibit sampai ditanam di lapangan. Teknis perawatannya dari mulai pembibitan, penanaman, hingga matinya tanaman, semua terdata secara sempurna.
“Bibit nama tanamannya apa, data secara biologinya, asal usul tanamannya, siapa yang mengkoleksi, semua dicatat. Sewaktu-waktu buat keperluan penelitian atau edukasi bisa dilihat dengan mudah,” ungkapnya.
Lani mengungkapkan, Kebun Raya Balikpapan telah memiliki 2200 koleksi tanaman kayu.
Paling banyak jenis tanaman akar tunggang. Tidak ketinggalan juga ada tanaman akar serabut seperti bunga Anggrek. Sementara data yang terhimpun, koleksi Anggrek baru menyentuh angka dua ribu tanaman dari 150 spesies.
“Yang paling terkenal Anggrek khas Kalimantan itu Bunga Anggrek hitam. Kami mengkoleksinya, hidup di daerah hutan Kutai Barat Kalimantan Timur,” tuturnya.
Secara fungsi, Kebun Raya Balikpapan didirikan untuk mencapai beberapa manfaat. Yakni untuk konservasi. Kebun raya dijadikan tempat penyalamatan beberapa spesies tanaman Kalimantan yang dianggap terancam eksistensinya.
Seperti halnya mencari pohon Ulin di beberapa hutan tertentu sudah sangat sulit, banyak yang diburu, ditebang liar oleh ulah manusia. Jika dibiarkan, lama-lama pohon Ulin bakal langka.
“Takutnya anak cucu kita nanti tidak tahu apa itu pohon Ulin. Di kebun raya kami simpan koleksinya. Sekarang masih ada kami simpan pohon Ulin yang sudah berusia sekitar 200 tahun,” ungkapnya.
Fungsi berikutnya, kebun raya sebagai sarana penelitian. Banyak perguruan tinggi dari berbagai daerah di luar Balikpapan melalukan kunjungan untuk melakukan penelitian soal tanaman Kalimantan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kebun-raya-balikpapan-4_20180311_132755.jpg)