Rabu, 22 April 2026

Polresta Samarinda Tangani Kasus di Dunia Maya, Rata-rata Saling Hujat soal Pelakor

"Belum ada peningkatan drastis, malah pendukung paslon maupun timsesnya menggunakan medsos ini dengan wajar," ucapnya.

TRIBUN KALTIM / NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Kapolresta Samarinda, Kombespol Vendra Riviyanto 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kepolisian saat ini tengah gencar dalam mengungkapkan kasus ujaran kebencian maupun hoax yang beredar di media sosial.

Sama halnya yang dilakukan jajaran Polresta Samarinda.

Kendati saat ini belum ada unit khusus, seperti Unit Cyber Crime, yang fokus menangani setiap kasus yang beredar di dunia maya, namun Polresta Samarinda tetap menangani setiap laporan yang masuk.

Bahkan, saat ini telah terdapat beberapa kasus yang tengah di tangani pihaknya, yang berkaitan dengan berita hoax serta ujaran kebencian.

"Sudah ada laporan masuk ke kita, rata-rata saling menghujat di media sosial. Ada yang mengatakan perempuan nakal, hingga pelakor," ucap Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Riviyanto, Senin (12/3/2018).

Namun demikian, pihaknya menduga pelaku ujaran kebencian maupun hoax kerap beraksi dengan menggunakan akun palsu, yang dilakukan tidak berada di daerah tempat pelaku menyebarkan info hoax.

Baca juga:

Mengaku Dapat Petunjuk, Vivi Tusuk Guru Ngaji saat Mengimami Shalat Subuh

 
 

"Untuk kasus seperti ditangani oleh Unit Eksus di Satreskrim, dan jika dilacak, pemilik akun tersebut, maupun yang menyebarkan berita hoax itu berada di luar Samarinda," ungkapnya.

Ditanya terkait dengan intensitas ujaran kebencian maupun berita hoax pada tahun politik ini, dirinya menilai saat ini belum ada peningkatan drastis terhadap saling serang di medsos antara pendukung pasangan calon.

"Belum ada peningkatan drastis, malah pendukung paslon maupun timsesnya menggunakan medsos ini dengan wajar," ucapnya.

Dia pun mengimbau kepada warga Samarinda untuk tidak mudah percaya dengan hal-hal yang sifatnya menjatuhkan perorangan maupun kelompok, serta tidak mengambil tindakan yang dapat mengakibatkan keributan.

"Harus membatasi, harus bisa jadi filter bagi diri sendiri, agar tidak mudah percaya dengan isu-isu yang tidak jelas asal usulnya. Dan warga juga harus bijak menggunakan media sosial," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved