KPK Tetapkan 19 Pesakitan Baru, Dua Cawali Malang Jadi Tersangka

Lagi, calon kepala daerah dijaring sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kali ini dua calon Wali Kota Malang

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Lagi, calon kepala daerah dijaring sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kali ini dua calon Wali Kota Malang, Jawa Timur, yaitu Mochammad Anton dan Ya'qud Ananda Gudban, jadi tersangka kasus suap pengesahan APBD Perubahan Tahun 2015 Kota Malang.

Mochammad Aton yang akrab dipanggil Abah Aton itu dalam Pilkada Serentak 2018 berpasangan dengan Samsul Mahmud diajukan PKS dan PKB. Sedangkan Ya'qud Ananda Gudban berpasangan dengan Ahmad Wanedi dicalonkan PDI Perjuangan, PAN, Hanura, NasDem, dan PPP.

"Setelah mengumpulkan data dan dari hasil sidang, dilakukan penyelidikan lebih dalam serta mencermati fakta persidangan sehingga ditemukan 2 bukti permulaan untuk penyidikan beberapa orang lainnya. Jumlahnya 19 orang," ujar Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (21/3).

Baca: Tersangka Zumi Zola Diminta Buka Acara Antikorupsi, ICW Nilai Kebijakan KPK Sangat Memalukan

Berdasarkan hasil penyidikan, diduga Anton memberi suap kepada Ketua DPRD dan anggota DPRD Malang periode 2014-2019 terkait pembahasan APBD-P Pemerintah Kota Malang Tahun Anggaran 2015. Sebanyak 18 anggota DPRD Malang diduga sebagai penerima.

Kasus ini merupakan pengembangan dari penyidikan KPK sebelumnya. Dalam perkara sebelumnya, KPK telah menjerat mantan Ketua DPRD Kota Malang, Moch Arief Wicaksono. Tersangka Arief disangkakan menerima Rp 700 juta dari Jarot Edy Sulistiyono, Kadis Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (PUPPB) Pemerintah Kota Malang.

Di antara 18 anggota DPRD Kota Malang itu ada nama Ya'qud Ananda Gudban. Anggota DPRD dari Partai Hanura tersebut ikut dalam kontestasi Pilkada Serentak 2018.

Selain Ananda, 17 anggota DPRD Kota Malang lainnya yang ditetapkan sebagai tersangka yaitu Wiwik Hendri Astuti, Suprapto, HM Zainuddin, Sahraei, Salamet, Mohan Katelu, Sulik Lestyawati, Abdul Hakim, Bambang Sumarto, Imam Fauzi, Syaiful Rusdi, Tri Yudiani, Heru Pudji Utami, Hery Subianto, Rahayu Sugiarti, Sukarno, dan Abdul Rachman.

Baca: 18 Anggota DPRD Malang Ditetapkan Tersangka Oleh KPK

Pasca ditetapkan sebagai trsangka oleh KPK, rumah Wali Kota Malang non aktif, HM Anton di Jalan Tlogo Indah No 16, Kota Malang dijaga oleh sejumlah orang simpatisannya. Pagar rumah tertutup.

Halaman
12
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved