Samarinda Dikepung Banjir, Wanita Hamil 7 Bulan Terpaksa Tidur di Mobil
Dirinya enggan mengungsi karena harus menjaga barang-barang dagangan, pasalnya rumahnya juga sekaligus toko
Penulis: Christoper Desmawangga | Editor: Januar Alamijaya
Laporan wartawan Tribunkaltim.co, Christoper D
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Hujan deras yang melanda Samarinda, sejak Rabu (21/3/2018) kemarin, membuat hampir seluruh kawasan di Samarinda tergenang banjir.
Kawasan Samarinda Seberang, Loa Janan Ilir dan Sungai Kunjang menjadi kawasan yang terdampak cukup parah banjir. Akibat banjir itu, warga harus diungsikan ke tempat yang aman.
Kendati demikian, tak sedikit warga yang tetap memilih untuk bertahan di rumahnya masing-masing. Sama halnya dengan Yusuf (36), pria asal Pinrang, Sulawesi Selatan, yang saat ini bermukim di jalan APT Pranoto, Rapak Dalam, memilih tetap bertahan di rumahnya bersama dengan keluarganya.
Baca: Napi di Lapas Tarakan Keluhkan Gatal-gatal dan Nyeri Ulu Hati
Dirinya enggan mengungsi karena harus menjaga barang-barang dagangan, pasalnya rumahnya juga sekaligus toko yang menjual barang kebutuhan pokok.
"Banyak barang, kalau tidak dijaga takut hanyut keluar, sebagian barang elektronik sudah saya keluarkan," ucapnya, Kamis (22/3/2018).
Selain Yusuf, istrinya yang bernama Husriani (21) juga memilih bertahan bersamanya, kendati saat ini istrinya tengah hamil dengan usia kandungan 7 bulan.
Baca: Jalan Salok Lay Rusak Parah, Rahmad Masud : Masuk Wilayah Provinsi
"Tidak mau juga ngungsi, pilih disini saja sama saya jaga barang. Kalau anak pertama saya sudah di rumah mertua, ini sekarang lagi hamil anak kedua," ungkapnya.
"Tadi tidur dia (istrinya) tidur di mobil saja, kalau saya belum ada tidur sejak semalam, karena air mulai naik sekitar jam 21.00 Wita, kemarin (21/3) malam," tambahnya.
Lanjut dia menjelaskan, banjir kali ini merupakan kali kedua terjadi, setelah tahun 2012 silam. Namun, menurutnya saat ini lebih parah dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca: Jalan Salok Lay Rusak Parah, Rahmad Masud : Masuk Wilayah Provinsi
"Ini lebih parah, kami sebagai warga biasa hanya bisa berharap agar tidak lagi banjir, karena kita yang dirugikan," terangnya.
Dia pun menaksir kerugian yang dideritanya mencapai Rp 10 juta lebih, pasalnya tidak sedikit barang dagangan dan barang elektronik yang terendam.
"Puluhan juta kerugian, banyak dagangan yang kerendam," ucap Yusuf.
Baca: Jalan Salok Lay Rusak Parah, Rahmad Masud : Masuk Wilayah Provinsi
"Kami serahkan ke pemerintah saja, bagaimana penanganannya agar tidak terulang lagi. Dan, harapan saya kepada paslon Gubernur Kaltim nanti, agar bisa menuntaskan soal banjir ini, karena yang dirugikan kami masyarakat," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/banjir_20180322_161648.jpg)