Dirut PT ATM Temui Jamaah Umrah yang Tertunda Keberangkatannya, Ini Solusi yang Diberikan

Mediasi antara ratusan jemaah dan manajemen PT Arafah Tamasya Mulia (ATM) sempat memanas.

TRIBUN KALTIM/NALENDRO PRIAMBODO
Direktur Utama PT ATM, Hamzah Husain, menangis sambil berpelukan dengan jemaah umroh yang tertunda berangkat. Hamzah menjanjikan akan memberangkatkan jemaah ke tanah suci Oktober mendatang sambil menunggu surat izin di Kemenag RI rampung. 

Lanjut Hamzah menjelaskan ada dua pilihan bagi jemaah yang belum sempat berangkat.

Pertama penjadwalan ulang keberangkatan bulan Oktober sambil menunggu perizinan dari Kementerian Agama RI, kedua re-fund/pengembalian uang 30 hari kedepan.

"Re-fund maksimal 30 hari sesuai kuitansi. Tidak ada satu rupiah pun kami ambil,"ujarnya di hadapan ratusan jemaah.

Hamzah, menunjukkan sertifikat rumah dan tanah sebagai jaminan pengembalian uang jemaah, ia berkilah, tak ada sedikitpun keinginan untuk melakukan hal tak mengenakan seperti travel agent lain.

Apalagi, saat ini marak pengelola biro perjalanan umrah yang dicolok polisi karena dianggap menggelapkan uang nasabah.

"Kita harus tahu berapa jumlah aset dan sertifikat itu, jangan sampai nanti tak cukup. Kita minta ada perjanjian hitam di atas putih,"tanya seorang jemaah.

"Insa Allah asetnya lebih dari cukup,"jawab Hamzah.

Usai mediasi itu, perwakilan polisi, Hamzah dan jemaah nampaknya masuk ke dalam ruang imam masjid, mereka nampak menandatangani semacam surat perjanjian.

Mediasi ditutup dengan saling bersalaman antara Hamzah dan jemaah. Hamzah, nampak meneteskan air mata di prosesi itu. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved