Bertemu Menteri PUPR, Gubernur Kaltara Irianto Sampaikan Ini
Gubernur Kaltara Irianto Lambrie melaporkan kondisi terakhir Provinsi Kalimantan Utara ke Kementerian PUPR.
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Gubernur Kaltara Irianto Lambrie melaporkan kondisi terakhir Provinsi Kalimantan Utara ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Laporan tersebut direspon positif oleh sang Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat beraudiensi di ruang kerja, Selasa (10/4).
Dalam pertemuan itu, Gubernur menyampaikan progres perkembangan Kaltara. Salah satunya pembangunan jalan di wilayah perbatasan dari Long Bawan menuju Long Midang.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada pak Menteri yang sudah begitu memperhatikan kawasan perbatasan. Saat ini jalan di perbatasan kurang lebih 3 kilometer sudah mulus. Saya berharap pak Menteri bisa berkunjung lagi ke Kaltara," kata Irianto.
Baca: Jadi Pemateri LKK KOHATI Nasional, Hetifah Siap Jadi Mentor Anak Muda yang Ingin Masuk Politik
Pembangunan jalan itu merupakan bagian program pembukaan isolasi wilayah melalui pemenuhan infrastruktur jalan dan jembatan. Jalan tersebut, atas usulan Pemprov Kaltara akan dihubungkan hingga tembus Malinau.
"Saya juga melaporkan, waktu bertemu dengan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR juga saya sampaikan soal pembangunan jalan dan jembatan di perbatasan. Termasuk jalan Malinau-Krayan. Alhamdulillah, beliau sangat merespons. Bahkan Menteri PUPR memerintahkan untuk memberikan atensi dan perhatiannya ke Kaltara, sebagai provinsi baru. Utamanya untuk wilayah perbatasan," ungkapnya.
Selain pembangunan jalan yang terus berjalan, mulai tahun ini, pemerintah melalui Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) RI juga akan memulai studi perencanaan untuk pembangunan Pos Lintas Batas Antar Negara (PLBN) Long Midang, seperti di Entikong, Kalimantan Barat (Kalbar).
Kementerian PUPR juga menargetkan pengerjaan pembangunan jalan perbatasan sepanjang 997 kilometer (Km) di Provinsi Kaltara. Pengerjaannya dibagi ke dalam dua target. Yakni jalan paralel perbatasan sepanjang 640 Km dan jalan akses perbatasan sepanjang 357 Km.
Baca: Kelangkaan Tabung Elpiji DPRD Tarakan Akan Panggil Lurah dan Ketua RT
Informasi dari Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Perbatasan Provinsi Kaltara, pemetaan jalan paralel perbatasan seluruhnya berada di Kabupaten Malinau yang meliputi ruas jalan Long Boh-Long Nawang-Data Dian.
Sedang jalan akses perbatasan, pengerjaan meliputi akses jalan Malinau-Long Bawan-Long Midang sepanjang 202 Km dan akses jalan Mansalong-Tau Lumbis sepanjang 155 km.
Dalam pengerjaannya, jalan-jalan di perbatasan tersebut memiliki kategori masing-masing. Baik yang berupa pembukaan lahan hutan maupun melanjutkan progres pembangunan pada tahun sebelumnya.
"Jalan paralel perbatasan ini menghubungkan wilayah di sepanjang garis perbatasan yang langsung berhadapan dengan Malaysia. Sedangkan untuk jalan akses perbatasan, menghubungkan antara wilayah perbatasan yang berada di antara kabupaten satu dengan lainnya," ujarnya.
Pengerjaan pembangunan jalan di perbatasan, Kementerian PUPR didukung Direktorat Zeni Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Ditziad). Berdasarkan kontrak pengerjaan jalan perbatasan yang sudah ditandatangani Januari lalu, pengerjaan tahun ini difokuskan pada kategori jalan paralel perbatasan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kunjungn-menteri_20180410_225918.jpg)